WONG EDAN BAGU

WONG EDAN BAGU
SALAM RAHAYU kanti TEGUH SLAMET BERKAH SELALU DARI WONG EDAN BAGU UNTUK SEMUA PARA PENGUNJUNG BLOGGER PESONA JAGAT ALIET . . . _/\_

Sabtu, 24 Mei 2014

TALENTA, MAKSIMALKAN KELEBIHAN (DAN KESUKSESAN) ANDA !

Talenta adalah sesuatu yang bisa anda kerjakan dengan lebih cepat, lebih baik dan lebih mudah (dibandingkan orang lain). Talenta adalah bakat, dilahirkan bersamaan dengan diri anda. Jika muka anda pas-pasan ya terimalah hal itu dengan lapang dada. Jangan pernah iri dengan teman anda yang mukanya "lady killer". Tidak ada yang bisa memilih mau dilahirkan sebagai pria atau wanita. Anda ya anda, gendut, ngentutan, gak ngrejekeni... ga urusan.... Berbahagialah anda yang berdada besar, berpantat montok dan berkulit putih. Tapi, semuanya memiliki talenta, tidak peduli muka atau status ekonomi anda. Jika anda hidup dengan talenta, maka kesuksesan dan kebahagiaan akan anda raih. Mau ?

Mengenal talenta dan kelebihan kita.
CARA MENGETAHUI TALENTA KITA:
Jika anda berkepala tiga dan bertanya dengan serius apa talenta saya, maka anda konyol. Jauh lebih konyol lagi jika status anda sudah menikah dan beranak dua. Super duper konyol lagi jika anda masih bekerja untuk bayar hutang kartu kredit. Tapi, sekalipun konyol, 80% dari kita hidup seperti ini. Penulisnya konyol, pembacanya konyol dan keduanya hidup di dunia yang konyol ! Yang penting bisa ketawa....^-^' He he he . . . Edan Tenan

Mengapa aku gak sugih-sugih ? tidak kaya-kaya ? Mengapa aku kerja matek-matekan tapi pancet ae soro ? sudah bekerja mati-matian tapi tetap saja sengsara? Itu pertanyaan klasik yang banyak anda temukan di internet sekaligus solusinya. Saya lain karena baru saja ketemu dengan orang kaya, hidupnya gak soro, mau apa saja bisa. Hari ini di Surabaya, kemaren di cirebon, besok sampai Sabtu di Bali, Minggu ke Surabaya lagi. Senin ke Bali, selasa ke Cina, Rabu ke Jepang, Kamis ke Surabaya lagi. Lalu ke jakarta mau ke Amerika bisa, mau ke Eropa juga bisa. Kira-kira pertanyaan apa yang muncul dalam hidupnya ? Mengapa aku bisa kaya ? Gitu tah ? Mengapa aku gak tau soro ? Ha...ha...ha...? Edan Tenan.

Apa tujuan hidup ini ? Loh....antik soro ya ? Ketika melarat kita bertanya mengapa aku sengsara terus ? Ketika kita sugih malah tanya yang gak penting-penting seperti tujuan hidup. Pertanyaan yang selalu kita hindari dalam ke-soro-an kita sehari-hari. Tujuan hidup itu gak penting mas bro, sing penting bagaimana bisa tetap makan hari ini, besok dan seterusnya. Sing juga penting, minggu depan wayahe bayar kartu kredit... cicilan motor, umah dll, yak apa carane ? Kerjo kok gawe bayar utang tok ? Males'e...he he he . . . Edan Tenan

Cara meraih kesuksesan dengan menggunakan talenta kita.
Dalam Manajemen Waktu Pribadi, saya menulis empat dimensi waktu :

1. Penting dan Mendesak
2. Penting dan Tidak Mendesak
3. Tidak Penting Namun Mendesak
4. Tidak Penting dan Tidak Mendesak.

Makan adalah Penting dan Mendesak. Bayar hutang itu Penting namun Tidak Mendesak. Lalu tujuan hidup itu masuk ke dimensi mana ? Tidak Penting dan Tidak Mendesak atau Penting namun Tidak Mendesak ? Jawaban anda akan menentukan jenis hidup yang anda jalani serta masa depan anda.

Sesuatu yang Penting dan Tidak Mendesak akan menjadi Penting dan Mendesak sesuai dengan berjalannya waktu. Bayar kartu kredit tidak akan mendesak jika masih jauh dari jatuh tempo-nya. Dan baru akan mendesak dan bikin stress jika kurang satu atau dua hari.  Demikian pula dengan tujuan hidup yang bagi saya adalah hal yang penting namun tidak mendesak. Jika saya tidak menyelesaikan masalah ini, maka suatu saat nanti saya terpaksa harus berhadapan dengan si tujuan hidup ini.

Parahnya, saya benar-benar tidak bisa meramalkan masa depan saya. Syukur-syukur kalo pertanyaan ini muncul setelah saya sugih. Nek munculnya waktu soro-sorone maka saya isa matek. Urip kok cek angel'e seh-seh. Kerja bertahun-tahun pancet ae gawe bayar utang tok ! Saya tidak suka hidup ditentukan oleh keadaan, karena itu saya memilih untuk menyelesaikan semua yang berbau penting, baik yang mendesak maupun yang tidak mendesak. Dan salah satunya adalah talenta.

Talenta saya adalah leadership, manajemen dan cepat menguasai sesuatu. Beberapa orang mengatakan saya memiliki talenta memotivasi (mosok seh ? Mantan pacarku ae ngguyu ngekel...gak percoyo blas...^-^')  Ada juga yang berkata kalo saya juga memiliki bakat menulis...wah banyak juga ya... Apa iya sih Lurr...? He he he . . . Edan Tenan

Saya tahu di bidang itulah saya memiliki keunggulan kompetitif. Saya dengan mudah memimpin orang, membuat sistem manajemen atau belajar tentang hal-hal yang baru. Selain itu, saya benar-benar menyukainya. I Just Born With That !  Tapi keyakinan mengenai talenta ini tidak saya dapatkan seperti petir di siang bolong. Gak ada simsalabim terus jadilah Wong Edan Bagu seperti sekarang ini. Tidak, talenta itu membutuhkan perjuangan dan disiplin.

Perjalanan menemukan talenta ini dinyatakan dengan jelas oleh Om Djaka Tolos , "Untuk menuju ke atas anda membutuhkan Talenta dan untuk mempertahankannya anda membutuhkan karakter."
Loh.... Berati... Talenta dan Karakter itu Sepasang kekasih yang tidak bisa di pisahkan seperti Romeo dan juliet to...hehe, ya iyalah.... masak iya-iya dong... Edan Tenan

Sewaktu  remaja saya tidak bisa mengatakan apa kelebihan saya, karena masa remaja saya, habis buat jadi gelandangan kota kecil di pulau sulawesi, demi mempertahankan hidup sebagai anak tersisih dan terusir, tapi  tahu benar kekurangan saya. Aneh ya ? Tapi saya yakin anda juga mengalami hal yang sama. Hal itu karena kebanyakan orang menilai diri kita berdasarkan kekurangan kita, jauh lebih banyak orang yang suka menyelatu tindakan dan sikap kita daripada memuji kelebihan kita. Karena itu kita cenderung mengetahui kelemahan daripada talenta kita. Jika anda memiliki kekuasaan untuk merubah kebiasaan jelek masyarakat ini maka ubahlah demi mewujudkan masa depan yang lebih baik.

Master Eskamto spd asal kebumen jateng yang kini dimas dan menetap di Brebes jateng, yang ajari saya membuka dan mematikan computer. Satu - satunya hal yang bisa saya lakukan waktu masih ganteng dulu, adalah tetap melakukan hal-hal yang tidak saya sukai, tapi tetap di suruh melakukannya. Dulu saya disuruh bikin komix anak-anak, padahal saya tidak bisa menulis, mendisain, proses cetak-mencetak dan edit foto. Saya mau dan belajar siang malam. Untungnya ada Kadhang, yaitu Master Eskamto spd, yang sekarang jadi bos sekolahan yang mengajari saya tentang seluk beluk computer, terutama cara menggunakan CorelDraw dan PhotoShop. Peristiwa ini melekat dan tidak dapat saya lupakan karena mengakibatkan IPK saya turun.

Waktu itu saya sempet menyesal karena gak bisa Kumlaut, cuman kurang 0,02 tok. Lapo ndisek soro-soro gawe comix anak-anak iki, gak dibayar pisan ! Namun sekarang sudut pandang saya berbeda, saya malah bersyukur karena telah belajar disain dan menulis. Itulah cikal bakal talenta menulis saya, namun butuh waktu bertahun-tahun. Kalo gak salah proses itu terjadi tahun 2000 lalu, awal milennium yang ngetren warna abu-abu.  Terus talenta tulis-menulis ini kembali lagi saya terjuni tahun 2008 melalui tekadnekadkudewe.com.... He he he . . . Edan Tenan

Setiap artikel yang saya buat di sini pasti ada tanggalnya karena website ini memang bertujuan untuk mendokumentasikan kehidupan saya. wongedanbagu.blogspot.com putraramasejati.wordpress.com adalah surat terbuka bagi siapa saja, syukur-syukur kalo bisa mewarnai kehidupan anda. Sungguh lebih berharga daripada kekayaan (bagi saya loh ya). Coba deh anda cari di sini tulisan pertama saya pasti anda akan terkejut...kosong, pendek dan gak karu-karuan bahasa serta disainnya. Itulah proses menemukan talenta ! Butuh perjuangan dan kedisiplinan.

Jika saat ini anda mengikuti tulisan saya sampai habis maka anda termasuk orang yang suka membaca karena artikel saya sekarang ini rata-rata 4 halaman ukuran A4 dengan font 10 pixel. Maka.... Selamat untuk anda !

TALENTA DAN TUJUAN HIDUP;
Ucapan almarhum bapak yang saya ingat dan jadikan pedoman adalah, "Gak mungkin lah nek orang itu soro terus. Pasti dia wes dikasih rejeki tapi gak digunakan dengan baik. Salahnya sendiri !" Saya yakin dengan perkataan ini dan sering melihat kebenarannya. Wayahe sugih, foya-foya. Wes melarat gak gelem soro. Disek sugih, saiki kere...ealah gengsinya ijek pancet !

Saya memiliki beberapa teman yang dulune gonta-ganti mobil. Dari BMW ke Land Curiser, dari Land Cruiser ke Mercedes, tiap tahun mesti ganti mobil. Padahal masih kuliah. Seiring berjalannya waktu mobilnya tambah jelek. Inova, Avanza, Xenia   dan sekarang  Honda Revo. Teman saya lainnya mantan bos besi yang sekarang jadi marketing asuransi (pekerjaan mulia).

Bapakmu sugih, iya bener ! Tapi seng sugih tetep bapakmu dul ! Kamu masih belum bisa menghasilkan uang buat gonta-ganti tiap tahun. Penghasilanmu itu gak bisa dibuat DP mobil ! Tapi, bersyukulah karena gak sampe kere-kere nemen.

Talenta menyanyi dan kesuksesan PSY;
Ada dua jenis pekerjaan yang saya ketahui yaitu pekerjaan dengan modal dan pekerjaan dengan keahlian. Anak orang kaya umumnya bekerja dengan modal karena itu langsung keleleran ketika orangtuanya bangkrut. Bekerja dengan modal itu gak perlu pinter nemen, tinggal perkecil untungnya dari pasaran wes mari ! Nek pasaran labanya 10 persen, ambilen margin 5% ae lak banter, biar lebih rame lagi, kamu ambil laba 3% ae atau jual harga pokok. Tidak perlu keahlian kok, pokok'e modalmu gede wes beres !

Yang lebih konyol lagi adalah orang pas-pasan yang meniru gaya hidup orang kaya. Wes bapak'e gak sugih males maneh, gak mau soro, gak isa diatur ambek gengsine duwuur. Orang sing kayak gini ini yang Masa Depannya Suram tapi gak sadar dan gak bisa disadarkan. Wong sing sugih koncomu ae kok SombSek (sombong sekali).

Masing - masing dari kita PASTI MEMILIKI TALENTA dan juga memiliki pilihan untuk mengembangkan atau melupakannya. Satu-satunya petunjuk adalah pekerjaan anda saat ini.

Apakah anda bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup atau melakukan pekerjaan yang anda sukai ?  Tentunya pertanyaan ini juga berhubungan dengan usia dan faktor-faktor lainya. Yang baru lulus kuliah dapet kerja saja sudah senang setengah mati. Yang ikut orang 5 tahun cari kerjaan yang lebih besar bayarannya. Yang sudah menikah cari fasilitas dan gaji tinggi.

Anehnya, semakin besar gaji mereka semakin besar pula hutang kartu kreditnya. Anggap saja anda saat ini digaji 5 juta/bulan sementara biaya hidup anda 3 juta/bulan. Sisa gaji anda 2 juta/bulan, anggap saja dari dua juta itu anda sisihkan 1 juta/bulan untuk ditabung. Dan anda sudah bekerja selama 3 tahun. Jadi, setidak-tidaknya di tabungan anda ada 36 juta ! Coba cek angka di buku tabungan anda ! Ha...ha...ha....Bandingkan dengan tagihan kartu kredit anda juga, biar seru !

Dulunya anda memang bekerja menggunakan talenta anda tetapi sekarang sudah tidak lagi karena alasan klasik, supaya dapur tetap ngebul. Semakin lama kebutuhan hidup semakin mahal dan sudah menjadi kenyataan bahwa gaji kita tidak pernah bisa cukup. Kita memutar otak untuk mendapatkan tambahan penghasilan yang cepat. Apa yang bisa dijual ya kita jual, selama itu prospek maka sikat bleh ! Gak talenta-talenta'an, pokok'e dadi duit.

Cara menemukan bakat terpendam kita80% dari kita hidup dengan pola seperti ini. Tidak heran jika kondisi kita tidak berbeda dari 10 tahun lalu. Pancet sorone, pancet stress'e hanya sekarang ditambah anak satu dua biji. Anda bingung di mana salahnya ? Apakah hidup ini ya kayak gini ae tah ? Tidak !

Tujuan hidup kita adalah menikmati dunia yang diciptakan Tuhan ! Dia tidak pernah merencanakan masalah atau  kesengsaraan dalam hidup kita. Itu salah anda sendiri karena tidak menggunakan keunggulan kompetitif anda, investasi Ilahi yang ditanamkan ke dalam diri anda yang saya sebut sebagai TALENTA.

Talenta adalah sesuatu yang mengalir begitu saja dalam diri anda. Dengan bekerja sesuai talenta yang anda miliki hasilnya bisa jooos ! Sekalipun orang lain mencoba meniru cara kerja anda, dia tidak akan pernah se-efektif dan se-efisien anda karena faktor bakat alamiah ini. Pokok'e bidang ini anda lah rajanya ! Kesempatan anda untuk sukses jauh lebih besar daripada orang lain.

Saya SD saja tidak lulus, tapi pekerjaan saya saat ini disainer para musafir/pengembara... wahahahahahha... Edan pora? Awalnya memang rada-rada minder gitu. Bisa tah saya hidup di bidang ini ? Saingan saya buanyak sekali. Apakah saya bisa dipercaya orang dengan gelar Master Spiritual ini ? Aku memang suka disain Spiritual, tapi gak terlalu punya basic pemrograman dan juga gak Pernah sekolah Spiritual. Sampe stress aku ambil keputusan ini. Lah, nek gak jalan perutku makan apa ? Oh Tuhaan ! Kalo memang ini panggilan hidupku, teguhkanlah ! Kasih pertanda !

Tuhan itu ajaib, 6 bulan gak dapet kerjaan ! Matek koen ! Tapi saya tetap disiplin ! Lakukan hal-hal kecil sekalipun gak kelihatan hasilnya. Rejeki datang dari Tuhan ! Pokok'e kita lakukan bagian kita, sisanya serahkan ke Tuhan lurr ! Jangan pikir order, pikir bagaimana menghasilkan produk yang lebih berkualitas ! Tingkatkan terus kemampuan dan produk saja, harus lebih baik, lebih baik dan lebih baik !

Bekerjalah menggunakan talenta anda, karena di situ kesempatan meraih kesuksesan jauh lebih besar. Karena talenta memungkinkan anda menghasilkan produk yang jauh lebih baik, lebih sempurna, lebih lebih menyenangkan untuk dikerjakan dan lebih semuanya dibandingkan orang lain! Saya tahu, saya akan sukses ! Hanya masalah waktu saja.

KESIMPULAN:
Ketika anda bekerja menggunakan talenta berarti anda memanfaatkan kemampuan terbaik anda. Saya yakin Tuhan akan senang karena anda baru saja sadar kalau sebenarnya anda itu luar biasa bukan manusia !
INGAT YA LURR.... PESAN SAYA INI: Jika Talenta Illahi tidak anda gunakan maka Sang pemberi talenta akan mencabut talenta anda ! Kapok koen !

He he he . . . Edan Tenan... Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu ya Lurr.... Semoga Manfaat dan Berkah... Amiin.
Hormat Saya:
Wong Edan Bagu
Pengembara Tanah Pasundan

MENGENAL KARAKTER SEKUNDER MANUSIA:

Saya membagi karakter manusia berdasarkan motivasi utamanya. Ada yang berdasarkan kekuasaan, hubungan, kesenangan, dan kedamaian. Motif inilah yang membedakan karakter primer dengan karakter sekunder. Karakter primer tidak bisa dirubah dengan cara apapun dan  sampai kapanpun karena inilah yang membentuk jati diri seorang manusia. Sebaliknya, karakter sekunder dapat dibentuk melalui pergaulan, keluarga, dan pembelajaran. Uniknya, sekalipun bisa dipelajari, dua individu yang sama belum tentu menghasilkan karakter sekunder yang sama pula. Jangan tanya saya kenapa? Karena saya juga tidak tahu jawabannya. Jangan kalian pikir Wong Edan Bagu ini,  pengetahuannya luas, makanya mengerti segala hal... He he he . . . Edan Tenan, bukan begitu dan tidak begitu saudara-saudariku...!! Saya juga manusia kok...he...he...he...!

1. Karakte Sekunder Manusia:
MENGENAL KARAKTER SEKUNDER KITA;
Pada waktu menganalisa kepribadian seseorang, saya bisa langsung menebak karakter salah satu orang tuanya. (Edan... Jenius! Ya...) Caranya gampang, kenali karakter sekunder orang tersebut dan tanyakan siapa yang lebih berpengaruh (mama atau papanya) di dalam hidupnya. Nah, karakter sekunder “kelinci percobaan” anda bakalan sama dengan karakter mereka.  Jika anda hendak membuat mereka nyaman, bicarakan mereka, saya yakin anda akan terheran-heran dengan keterbukaan mereka. Bagaimana saya bisa sampai pada kesimpulan ini ? Silahkan baca tulisan saya sebelumnya, Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Kepribadian Manusia (Ini maksud saya !)

Karakter primer saya Biru sedangkan karakter sekunder saya Merah. Artinya, saya memiliki kepribadian yang paling cerdas dan berbakat (positif) sekaligus memiliki pergulatan spiritual/batin paling hebat (negatif) dibandingkan kombinasi kepribadian lainnya.

Saya memahami bahwa kekuatan dan keterbatasan kedua kepribadian ini sangat berseberangan secara tajam. Sebagai merah, saya sangat egosi, sementara karakter biru saya cenderung memikirkan orang lain. Biru dapat mengeritik diri sendiri, sementara merah lebih suka mengeritik orang lain. Merah sangat ingin membalas dendam sedangkan biru memikirkan jika dia dihadapkan pada situasi pembalasan pada dirinya sendiri. Sisi positifnya, merah memiliki kemauan yang keras dan biru memiliki disiplin yang tinggi. Apalagi yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan selain kedua sifat diatas ? Hebat juga saya yaa... He he he . . . Edan Tenan, tidaak nyangka bakal OKB....!!!

Dari pengalaman saya, karakter sekunder ini seringkali begitu dominan sehingga mengaburkan karakter primer seseorang. Hal ini disebabkan karena nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Seorang yang kuning seringkali dicap sebagai troublemaker oleh lingkungan pergaulannya. Supaya dapat diterima dia harus bertindak sebagai biru, putih, atau merah. Apalagi jika si kuning hidup dalam keluarga yang dipimpin oleh merah !

Saya yakin kalau setiap orang memiliki karakter sekunder. Perbedaannya adalah warna mana yang lebih dominan. Tidak ada yang buruk dari setiap warna. Yang ada adalah waktu dan tempat yang tidak tepat. Karakter sekunder itu baik karena dapat menyeimbangkan diri kita. Seorang biru yang memiliki karakter sekunder kuning akan lebih mampu menghadapi tragedi hidup dengan lebih baik dibandingkan dengan biru yang tidak memiliki karakter kuning. Di sisi ini, sifat riang kuning menetralisir kecenderungan biru yang emosional. Di waktu lainnya, orang akan heran melihat Biru-Kuning ini yang semakin tidak stabil....dalam satu waktu dia bisa tertawa lepas sementara di waktu lainnya bisa duduk menyendiri dengan tatapan kosong.

Ada satu hal lagi manfaat dari mengenali karakter primer dan sekunder seseorang. Ketika seseorang bertindak lain dari kebiasaanya, kita bisa maklum dan memaafkannya. Manakah yang lebih bisa anda terima ? Teman kuning yang membuat meja anda berantakan atau teman biru anda ? Maksud saya adalah keterbatasan karakter primer lebih bisa kita toleransi daripada keterbatasan karakter sekunder.

KOMBINASI KARAKTER KITA;
Di bawah ini saya meringkas kombinasi karakter primer dan sekunder yang ada di antara kita. Tujuan saya meringkas ini adalah untuk menjelaskan karakter ini di kemudian hari. Tulis yang ringkas dulu kemudian dijabarkan satu persatu. Mengapa ditulis bertahap sih pak WEB? Kok gak langsung aja ! Soalnya, nulis mengenai karakter butuh konsentrasi tinggi, jadi harus pelan-pelan. Jadi sabar dulu yaaa.... Sayang.... He he he . . . Edan Tenan.

Kepribadian sekunder;
Merah – Biru.
Kombinasi warna dalam satu pribadi ini paling sering dilanda konfilk dalam kehidupan sehari – harinya. Anda akan sering menemukan diri anda menyinggung orang lain demi menyelesaikan tugas (merah), tetapi sesudahnya merasa bersalah karena membuat orang itu tidak bahagia (biru)
Merah – Putih.
Kombinasi warna ini sukar dibaca kerana mereka bisa bersemangat dan agresif dalam satu menit (merah), kemudian diam dan pasif dalam menit berikutnya. Mungkin anda salah dipahami karena perilaku anda tidak konsisten/mencla-mencle, dan untungnya anda tipe pribadi yang susah ditebak apa maunya.

Merah – Kuning.
Anda adalah pemimpin alamiah dan menemukan diri anda adalah gabungan pribadi yang nyaman. Merah secara dinamis mengarahkan hidup anda, sementara kuning secara kharismatis mengundang orang lain untuk menikmati persahabatan anda.

Biru – Putih.
Jika anda termasuk pribadi ini, anda nyaman. Anda mengungkapkan diri dengan lemah lembut dan tulus. Orang menemukan anda penuh tekad, namun fleksibel. Anda seorang yang dapat berhubungan baik dengan hampir semua orang.

Biru – Kuning.
Pribadi ini paling mengasikkan ketiga digoda. Mari kita sebut mereka itu “berkepribadian ganda” karena mereka bisa sebebas burung dan tidak punya beban satu menit, kemudian tiba-tiba menjadi sangat serius menit berikutnya. Mereka mungkin mengajak semua anak tetangga ke dalam mobil dan berpacu ke pantai untuk berjemur seharian dan bersenang-senang. Tetapi begitu tiba di sana, mereka mulai cemas tentang segala hal yang seharusnya mereka kerjakan di rumah.

Putih – Kuning.
Anda memiliki ketrampilan bergaul/bersosialisasi paling baik dari semua kepribadian. Anda rileks dan biasanya memilih jalan dengan perlawanan yang paling sedikit. Anda tidak mengalami banyak konflik antara warna-warna anda, terlepas dari perbedaan motif yang diwakili masing-masing warna. Anda nyaman dengan campuran anda dan menampilkan atmosfir yang mengundang bagi orang-orang yang berada di sekeliling anda... 

He he he . . . Edan Tenan... Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu ya Lurr.... Semoga Manfaat dan Berkah... Amiin.
Hormat Saya:
Wong Edan Bagu
Pengembara Tanah Pasundan

MEMAHAMI PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN DAN KARAKTER MANUSIA:

Mempelajari kepribadian manusia itu menarik. Coba bayangkan, dari 2 milyar manusia yang ada di dunia ini tidak ada satupun yang sama persis, baik secara bentuk dan karakternya. Sekalipun anda memiliki dua orang yang sama persis dan dibesarkan dalam lingkungan yang juga 100% sama, saya yakin anda akan memiliki dua orang pribadi yang berbeda. Ada banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian atau karakter manusia ini. Secara umum, faktor-faktor tersebut dibagi menjadi dua bagian besar. Yang pertama adalah faktor internal atau bawaan. Faktor lainnya adalah faktor eksternal atau lingkungan. Kali ini saya akan memfokuskan pada faktor eksternal karena saya sudah menulis menganai faktor internalnya... he...he.. ..he... Edan Tenan.

Faktor yang mempengaruhi kepribadian;
Dalam beberapa waktu kedepan, saya akan memperdalam tentang faktor internal ini (setelah saya selesai menulis mengenai faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian manusia ini) Pokok bahasannya adalah mengenai kepribadian primer dan kepribadian sekunder (penekanan pada bagian ini!) Kenapa harus menulis mengenai perkembangan kepribadian ini dulu daripada karakter sekunder ? Karena karakter sekunder ini sangat dipengaruhi oleh faktor – faktor eksternalnya...begitu sayaang....

Loh....kan bisa juga menulis mengenai karakter sekunder baru faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian pak WEB....Iyaaa...benar juga yaaa....tapi karena saya yang nulis, jadi anda tidak berhak mengatur cara saya menulis....(sejujurnya...karena idenya masih garing tapi gengsi gak mau ngakui...) Hehe...

Jadi....untuk mempersingkat perdebatan kita (masih gengsi), faktor – faktor eksternal yang mempengaruhi perkembangan kepribadian manusia adalah :

Faktor Lingkungan.
Faktor Trauma Masa Kecil.
Faktor Agama dan Budaya.
Sekarang mari kita bahas satu persatu !

FAKTOR LINGKUNGAN;
Sebagai makhluk yang lemah dan tak berdaya, manusia membutuhkan orang lain untuk menyokong hidupnya. Seorang bayi manusia membutuhkan waktu bertahun-tahun sampai dia bisa mencari makan sendiri. Dari satu bulan hingga setahun dia bisanya cuman makan, minum, netek, nangis, dan ngengek. Dia membutuhkan orang lain untuk memberinya semua itu. Lewat dari setahun pun masih belum bisa masak, bekerja, dan mendapatkan gaji bulanan. Kalo dipaksakan, memang ada anak usia empat tahun yang bisa mencari makan sendiri, itupun dengan cara duduk di lampu merah dan menadahkan tangannya terus dapet cepek atau gopek. Namun semuanya tetap dari bantuan orang lain yang berhati budiman bukan ?

Poin yang ingin saya sampaikan dari cerita di atas adalah kepribadian manusia dipengaruhi oleh orang lain. Dan yang paling dominan adalah pengaruh keluarga karena inilah faktor lingkungan pertama dan utama yang akan menentukan perkembangan kepribadian sekundernya. Seorang individu yang dibesarkan dalam keluarga otoriter yang kuat, di mana cara mengungkapkan sikap dan perilaku ditentukan semata-mata oleh satu atau kedua orangtuanya (atau sosok keluarga penting lainnya) akan berbeda dengan individu lainnya yang dibesarkan dengan penuh kebebasan.

Saya mempunyai seorang saudara yang mempunyai kepribadian kuning. Ibunya adalah biru yang kuat. Tentu saja si kuning yang cenderung berantakan dan tidak bertanggungjawab mendapatkan perlawanan yang hebat dari biru. Kepribadan primernya tidak mendapatkan tempat dalam rumahnya dan juga tidak dapat berkembang dengan baik. Tetapi kuning yang cerdik selalu  mendapatkan cara untuk bertindak sesuai dengan motif dasarnya. Kepribadian primernya mungkin ditekan, tetapi tidak bisa dihilangkan. Ini hukum alam dan pasti ! Apalagi kuning adalah pribadi yang paling sulit dibentuk dibandingkan tipe kepribadian lainnya. Saudara saya ini berperilaku sebagai biru ketika berada di rumah dan menjadi kuning ketika keluar dari sana. Situasi ini berlangsung selama bertahun-tahun (dari balita hingga usia 30an). Apa akibatnya bagi kepribadian si Amoy ini (anggap saja namanya Amoy).

Ketika berinteraksi dengan orang lain, misalnya dalam bekerja, si Amoy menunjukkan kepribadian biru yang teratur, disiplin, dan dewasa. Seiring dengan berjalannya waktu, dan Amoy menjadi semakin nyaman dan aman, kepribadian kuningnya mulai mengambil kendali. Dia yang awalnya rajin, disiplin, tepat waktu dan segala kualitas terbaik dari seorang biru, pelan-pelan berubah menjadi banyak bicara, pelupa, berantakan, mengampangkan segalanya, kreatif, dan serampangan. Saya rasa anda mempunyai seorang teman yang seperti ini bukan ? He…he…he… Edan Tenan. Jika anda ingin tahu kenapa teman yang anda kenal dulu telah berubah sehingga anda hampir-hampir tidak mengenalnya maka inilah jawabannya. Dia memiliki kepribadian primer kuning dan biru/merah sebagai karakter sekundernya. Kok bisa ? Inilah faktor terkuat yang mempengaruhi perkembangan kepribadian seseorang, yaitu faktor keluarga.

FAKTOR TRAUMA MASA KECIL;
Tidak ada faktor negatif lainnya yang bisa mempengaruhi karakter seseorang sehebat trauma masa kecil ini. Mengapa ? Ada dua jawaban untuk pertanyaan ini. Pertama karena kepolosannya dan kedua karena penghianatan. Sesorang yang pernah mengalami kekecewaan akan sulit untuk menumbuhkan kembali rasa percayanya, entah itu percaya kepada orang lain ataupun kepada dirinya sendiri. Jika trauma masa kecilnya disebabkan oleh kedua orangtuanya, maka perkembangan kepribadiannya menjadi tidak sehat.

Billy Miligan yang mempunyai 24 kepribadian berbeda;
William Stanley Milligan yang lebih dikenal dengan nama Billy;
Saya teringat dengan cerita Billy Miligan. Dia mempunyai 24 kepribadian yang berbeda dalam dirinya. Ada Arthur, Reagan, Philip, Kevin, April, Adalana, Jason, Shawn, Sang Guru, dan lainnya. Bagaimana Billy bisa memiliki masalah kepribadian yang unik ini ? Trauma masa kecil adalah jawabannya. Di usianya yang relatif muda, Billy disiksa oleh ayah tirinya sendiri. Dia dipukul, ditendang, diperkosa (sodomi), dan hampir dikubur hidup-hidup. Saya rasa tidak ada yang lebih menyakitkan dalam hidup daripada pelecehan dan penyiksaan dari orang tua kita.

Kisah Billy membuktikan kebenaran ini, di lain waktu saya akan tulis mengenai Billy ini karena saya sudah membaca habis bukunya. Sebenarnya ada juga kasus yang serupa dengan Billy, yaitu Sybil Dorsett. Seorang wanita yang memiliki 16 kepribadian yang berbeda dalam dirinya. Penyebabnya sama, trauma masa kecil !

Sybil;
Sybil Dorsett      Saya yakin, anda ataupun saya mempunyai paling tidak satu kenangan masa kecil kita. Pengalaman saya adalah mandi kemudian mainan handuk di kamar mandi, lalu tak sengaja saya memecahkan lampu kamar mandi. Langsung saya lari dalam pelukan kepada papa saya dan menangis terseduh-seduh sambil meminta maaf. Kalau tidak salah, usia saya waktu kejadian tersebut 7 tahun. Saya ingat juga papa saya membelai kepala saya dan bilang, "Tidak apa-apa....tidak apa-apa....!"

Dari sini saya mempunyai figur yang baik mengenai seorang papa. Secara tidak langsung hal ini mempengaruhi kepribadian saya yang lemah lembut, baik hati, murah senyum, pemaaf, dan pemberani (ala…gombal!) Luar biasa bukan pengalaman masa kecil kita ? Untungnya situasi yang saya alami positif, bayangkan jika sebaliknya.

FAKTOR AGAMA DAN BUDAYA;
Mitos : Pria Logis dan Wanita Emosional.
Pernyataan salah ini terus meluas di masyarakat kita, meyakinkan para wanita merah dan putih mereka tidak benar-benar berpikir logis, dan para pria biru dan kuning sebenarnya mereka tidak merasakan emosi yang mereka miliki. Omong kosong. Tetapi betapa sering kita mendengar komentar bias seperti “anak lelaki besar tidak boleh mangis” dan “wanita Cuma bisa menangis untuk memanipulasi” ? Kita juga takut untuk menghadapi kebenaran siapa diri kita, sehingga sering membuat komentar yang terburu-bru dan menguntungkan diri sendiri dengan mengorbankan orang lain agar kita bisa merasa lebih baik tentang diri kita. Bantulah diri anda, dan lampaui bias agama dan/atau budaya yang kaku demi merangkul identitas kepribadian sejati setiap orang.

Tentu saja, orang cepat belajar bagaimana caranya hidup di dunia ini, Jika seseorang memperoleh pesan konsisten bahwa salah untuk berperilaku dengan cara tertentu karena agama atau masyarakat mengatakan demikian, biasanya mereka menyisihkan pendapat pribadi demi bertahan hidup dan diterima oleh mereka. Beberapa individu telah mengalah begitu banyak sepanjang hidup mereka, sampai entah mereka menjadi sangat marah pada segala sesuatu, atau mereka bahkan tidak memiliki kemiripan lagi dengan siapa mereka saat lahir. Jika anda ingin membicarakan tentang tragedi manusia, itulah tragedi sesungguhnya – kehilangan jati diri sejatinya !

Wuiiih…. Edan Tenan,,, padahal masih banyak lagi yang mau saya tulis, gak terasa udah tiga halaman lebih. Kalo kepanjangan bisa bosen yang baca ! Semoga anda menangkap maksud saya, jika ada pertanyaan atau hal-hal yang kurang jelas, jangan sungkan – sungkan untuk bertanya langsung atau mengirimkan inbox/pesan kepada saya mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian kita... Sukses untuk anda... He he he . . . Edan Tenan... Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu ya Lurr.... Semoga Manfaat dan Berkah... Amiin.
Hormat Saya:
Wong Edan Bagu
Pengembara Tanah Pasundan


7 KELEBIHAN DAN KEKURANGAN KARAKTER MANUSIA:
Ada empat macam karakter inti manusia, dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya. Menjadi manusia sempurna berarti mampu memiliki semua kelebihan karakter lainnya, tapi apakah mungkin ? Buat saya, mengembangkan diri dengan mempelajari kelebihan karakter lainnya lebih worth it daripada menghilangkan kekurangan kita. Toh pada akhirnya kelebihan tadi akan menutupi kekurangan karakter kita !

Pembentukan karakter manusia.
Berikut ini Kelebihan tiap-tiap warna kepribadian:

7 KELEBIHAN KARAKTER DARI MASING - MASING WARNA
1.MERAH:
Komit.
Setia (Tegas).
Visionaris.
Logis.
Pemimpin.
Fokus.
Tanggung jawab.

2.BIRU:
Komit.
Setia (orang).
Perfeksionis.
Tulus.
Jujur.
Penuh tekad.
Bermoral.

3.PUTIH:
Sabar.
Toleran Positif.
 Kooperatif.
Menerima.
Obyektif.
Seimbang.
Pendengar.

4.KUNING:
Pemaaf.
Bersahabat.
Optimis.
Percaya.
Menghargai.
Terbuka.

Sekarang, mari kita lihat kekurangan masing - masing karakter:
7 KEKURANGAN KARAKTER DARI MASING - MASING WARNA.
1.MERAH:
Sombong.
Tidak peka.
Pendengar yang buruk.
Tidak taktis.
Pemberontak.
Kritis (orang lain).
Tidak sabar.

2.BIRU:
Paling benar.
Menghakimi.
Mudah depresi.
Suka mengatur.
Sukar memaafkan.
Curiga.
Tidak rasional.

3.PUTIH:
Takut-takut.
Diam-diam keras kepala.
Tidak jujur secara emosional.
Malas.
Menyendiri.
Tergantung.
Tidak punya arah.

4.KUNING:
Tidak komit.
Tidak konsisten.
Banyak tingkah.
Tidak tanggung jawab.
Pemberontak.
Egois.
Permisif

PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN;
Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan kita, apa yang akan kita lakukan ? Langkah pertama adalah menerima dengan lapang dada bahwa kita memiliki kelebihan sekaligus juga memiliki kekurangan. Secara singkat arti menerima itu berarti menjadi diri sendiri. Tidak ada yang salah dengan diri anda dan tidak ada jawaban atas pertanyaan mengapa saya seperti ini. Tuhan memang menciptakan manusia dengan keunikannya sendiri dengan tujuan untuk saling melengkapi.

Langkah berikutnya adalah berusaha untuk berubah, setiap hari dalam setiap kesempatan. Kabar baiknya, Tuhan selalu menempatkan kita pada situasi yang tidak kita senangi dan tidak kita harapkan terjadi dalam hidup kita. Di sini kita mempunyai pilihan untuk menghadapi atau menghindarinya. Ketika kita memilih untuk menghindari situasi tersebut berarti kita MENUNDANYA untuk sementara waktu. Percayalah ! Putih seumur hidupnya menghindari konfilk, namun sepanjang waktunya dia akan bertemu dengannya.... 

He he he . . . Edan Tenan... Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu ya Lurr.... Semoga Manfaat dan Berkah... Amiin.
Hormat Saya:
Wong Edan Bagu

Pengembara Tanah Pasundan

MEMAHAMI KELEBIHAN DAN KEKURANGAN KARAKTER MANUSIA:

Manusia diciptakan dengan berbagai kelebihan sekaligus kekurangan dengan tujuan untuk saling melengkapi. Secara umum, Taylor Hartman membagi manusia menjadi empat macam karakter.
Yaitu :
(1) Karakter yang didorong oleh kekuasaan (api)
MERAH SI PENGGUNA KEKUASAAN:
Merah dan Biru menghabiskan hidup mereka
berusaha mengendalikan orang lain
Putih dan Kuning menghabiskan hidup mereka
menolak untuk dikendalikan

kepribadian manusia MERAH;
Madonna, berkepribadian merah. Yang saya bayangkan hanya Madonna memakai baju seksi, apalagi berwarna merah...bbbrrrrrr...!!

VISIONARIS;
Saya akan dengan senang hati mengikuti seorang merah yang sehat ke ujung bumi. Mereka sekalu memandang ke masa depan dan menyusun kepingan-kepingan teka-teki di pikiran mereka. Orang sering menuduh kepribadian merah hanya bertindak tanpa berpikir panjang. Kenyataanya, yang benar justru sebaliknya! Merah benci kegagalan. Karenanya, mereka selalu bertanya pada diri sendiri, “Bagaimana kalau aku gagal ?” Merah secara naluriah mengembangkan rencana alternatif. Mereka berpikir dalam hati, “Sekarang, kalau rencana awal gagal, aku akan melakukan ini atau bahkan itu. “ Merah melihat jauh ke depan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membawa mereka ke sana dengan berhasil. Ketika orang lain berhenti karena takut, kepribadian ini mengimbangi ketakutan mereka dengan alternatif-alternatif rasional dan melakukan apa yang harus dilakukan.

AGRESIF;
Merah sangat berkomitmen pada tujuan, dan menemukan diri mereka bertekad untuk menyelesaikan apa pun yang disodorkan kehidupan di hadapan mereka. Tipe kepribadian ini mencari aksi dan hasil. Mereka haus akan produktivitas, mereka mengukur keberhasilan mereka melalui berapa banyak yang mereka capai. Singkatnya, Merah membuat sesuatu terselesaikan.

Seperti bisa diduga, tidak banyak orang yang ingin berkonfrontasi dengan mereka. Kekuatan ini memberi mereka status paling ditakuti dari semua kepribadian. Mereka adalah “Raja Rimba.” Ketika orang mencari nasihat dan petunjuk, mereka menemukan merah sangat membantu.  Kepribadian ini bisa merasakan apa yang benar, dan seringkali mengungkapkan diri dalam cara yang sukar ditentang kebanyakan orang secara logis.

Orang yang berkepribadian merah tidak takut bahaya dan berani bertindak. Mungkin kata “tidak mau kalah” cocok dikenakan kepada mereka. Merah secara alami dianugerahi keunggulan argumen verbal. Kemampuan menyampaikan pikirannya melalui kata – kata yang logis dan sederhana membuat orang lain tidak mampu mendebatnya. Dan bagi merah sendiri, mereka sangat nyaman dengan gaya ekspresi verbal yang “to the point” ini.

Sekali merah menentukan target, ia akan mengejar yang mereka inginkan. Entah itu melalui cara sehat atau tidak sehat.

Dalam kepemimpinan, merah suka memerintah. Mereka sering mengharapkan bawahan mengingat tempat mereka dalam susunan hirarki dan memberi respons sesuai dengan hal itu. Seringkali sulit bekerja atau hidup bersama mereka. Jika mereka ditentang, mereka seringkali menjadi agresif, karena sifat alamiah mereka yang mengintimidasi dan arogan. Entah mereka berada dalam posisi pemimpin atau pengikut, merah cenderung menyatakan pendapatnya dengan agresif pada siapa saja yang merintangi jalan mereka. Mereka tidak malu diketahui umum memiliki sikap yang penuh tuntutan, malahan mereka mengharapkan semua orang tau siapa di sini yang “memegang kendali.”

PRODUKTIF;
Jika anda memerlukan agen, ketua penggalangan dana, atau kepala cabang, carilah tipe kepribadian merah ini. Tidak seorangpun seproduktif mereka, langsung ke inti masalah dan bergerak. Jika sudah memegang teguh sebuah konsep, merah tidak memiliki tandingan. Mereka sukar diyakinkan, tetapi sama sukarnya untuk ditahan begitu mereka merasa yakin.

Secara alami, kepribadian merah ini memiliki banyak akal. Bagi mereka, hidup adalah aksi. Tidak ada situasi yang menaklukan mereka sampai mereka kehabisan semua kemungkinan pemecahan. Merah tidak mudah menyerah. Mereka jarang terancam atau digentarkan rintangan kehidupan. Mereka memiliki rasa kompetitif yang besar, dan lawan mereka (entah itu gempa bumi atau ibu mertua)... He he he . . . Edan Tenan,,, tidak akan memperoleh kemenangan mudah.

Merah seringkali lihai dan manipulatif agar dapat mengendalikan orang-orang lain dan mendapatkan hasil. Merah tidak dengan santai melayangkan hidup mereka ke udara dan mengharapkan angin bertiup ke arah yang membantu. Mereka menciptakan angin mereka sendiri dan mencoba memaksa kehidupan berhembus ke arah mereka.

DINGIN (SECARA EMOSI);
Dengan tunduk pada logika mereka, jenis kepribadian merah menolak untuk mengakui kerapuhan emosional. Saat masih muda, ketika mereka masih sedikit banyak peka pada emosi, perasaan mereka terlihat lebih jelas. Sayangnya, seiring dengan bertambahnya umur dan meningkatnya ketrampilan dalam logika, mereka biasanya dengan mahir menyembunyikan emosi mereka dari orang lain. Lambat laun, merah kehilangan prespektif yang akurat dan benar-benar percaya mereka tidak memerlukan emosi. Merah tidak peduli dengan rasa bersalah atau belas kasihan pada orang lain. Yang mereka tahu, ada aksi ada reaksi, ada kerja ada hasil. Mereka memastikan bahwa setiap keberhasilan yang mereka capai harus dinikmati bersama – sama. Demikian pula dengan ketidak-nyamanan yang mereka dapatkan, harus ditanggung bersama-sama dengan mereka.

Seringkali, kepribadian merah menampilkan diri mereka dalam sikap yang menjaga jarak dan dingin. Seorang ibu telah berjanji untuk mengajak putri remaja merahnya ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas sekolah. Tepat sebelum mereka berangkat, ayah dan ibunya terlibat dalam pertengkaran hebat, dan ayahnya mengancam akan menceraikan sang ibu. Remaja itu menyaksikan seluruh keributan sepanjang  satu jam tersebut. Ibunya yang sangat hancur dah menangis tersedu-sedu, dan si anak dengan datar bertanya, “Bu, apakah kita masih bisa ke perpustakaan sebelum tutup malam ini ?”

Hanya merah yang bisa begitu tidak peka pada perasaan orang lain! Sifat ini mungkin bisa menjelaskan mengapa jenis kepribadian ini sering lebih berhasil dalam mengembangkan dan memajukan ide, acara, dan usaha bisnis daripada kepribadian lainnya.

(BEBERAPA TOKOH YANG “MUNGKIN” MERAH)
HILLARY CLINTON, gigih dan percaya pada kemampuannya sendiri, secara publik ia mengabaikan dugaan perselingkuhan suaminya yang berkelanjutan. Motonya adalah, “Bawa saja aku ke gedung putih, Bill, di mana aku bisa melakukan sesuatu yang bermakna, nanti baru kita bicara.”

BILLY GRAHAM, ketika pertama kali pergi ke Rusia untuk berkhotbah tentang Tuhan, seorang mengingatkan bahwa mereka semua Komunis (dan karenanya ateis) di sana. Mendengar ini, ia berdiri tegak dan berkata, “Tidak lagi setelah aku selesai, mereka tidak akan demikian, “ dan dengan percaya diri menyampaikan pesan kekristenannya.

MADONNA, apa lagi yang belum kita lihat? Namun ia terus mempromosikan diri dengan gairah yang tidak dapat diabaikan.

(2) Karakter yang didorong oleh kebajikan (tanah)
KEPRIBADIAN MANUSIA, BIRU SI PELAKU KEBAJIKAN:
Hal buruk apa yang pernah dilakukan guru TK kepada anda ?
Merah tidak ingat, mereka sudah membereskan sang guru dengan mengoleskan lem di kursi mereka,
Kuning mengganggapnya lucu dan menikmati hal itu sebagai permainan,
Putih tidak yakin apakah mereka pernah masuk taman kanak-kanak, jadi apa yang harus diingat.
Dan Biru selalu ingat sampai sedetail-detailnya!

Putri Diana, kemungkinan mempunyai kepribadian biru,
sama seperti saya! He...he...he....(bangga neh!) Edan Tenan...

TEMAN YANG SETIA;
Tidak ada nilai hidup yang lebih mulia dari kesetiaan. Kesetiaan seseorang adalah anugerah hidup yang sangat bernilai bagi yang mendapatkannya. Mereka yang berwarna Biru ditakdirkan untuk sepenuhnya setia pada orang. Biru tetap setia dalam susah dan senang. Karena kesediaan mereka untuk komit dalam hubungan, biru menjalin persahabatan mendalam yang seringkali berlangsung seumur hidup. Bagi mereka, kehidupan adalah komitmen, dan berkomitmen pada hubungan adalah kekuatan mereka yang terbesar. Mereka senang bersama orang lain, dan dengan sukarela mengorbankan diri mereka demi suatu hubungan yang akrab. Mereka lebiih memikirkan orang lain daripada diri mereka sendiri.

Tetapi, hati – hati dengan pribadi yang satu ini. Mereka SULIT MEMAAFKAN DAN MELUPAKAN.  Sangat ironi karena Biru memberi lebih dari warna manapun, tetapi paling sedikit memaafkan. Hal itu karena ingatan mereka yang luar biasa dan cara pandang mereka terhadap kehidupan. Biru memandang dunia melalui mata emosional yang positif. Mereka sangat peduli pada unsur-unsur kehidupan yang menyentuh hati mereka. Mereka memikirkan apa artinya dicinati, mereka merasakan apa yang dialami oleh temannya, mereka menempatkan diri mereka di posisi lawan bicara mereka, dan mereka sangat tulus! Beberapa kesalahan kecil yang pernah anda lakukan kepadanya tidak akan menjadi masalah. Namun akan menjadi DENDAM SEUMUR HIDUP bila tindakan anda melukai perasaanya.

Saya seorang Biru, dan memang benar ada satu orang dalam hidup saya yang tidak dapat saya lupakan. Saya belajar untuk memaafkan dan masih belum berhasil. Saya akan berusaha untuk membuang muka jika bertemu dengannya (^-^'). Saya tahu hal ini tidak baik, tetapi seringkali emosi saya menguasai rasio saya. Yah, inilah salah satu kelemahan saya sebagai manusia. Saya bisa melupakan segala hal yang pernah dia lakukan kepada saya...hahaha...sekedar melupakan bos, bukan memaafkan. Lupa dan maaf adalah hal yang berbeda. Tolong jangan disamakan (niih...keluar birunya!)... He he he . . . Edan Tenan

PERFEKSIONIS;
Biru sangat kritis pada diri mereka sendiri dan orang lain. Mereka memiliki harapan yang tidak realistis sampai mereka tidak pernah bisa mermuaskan diri mereka atau mengharapkan orang lain memenuhi standar kesempurnaan ini. Mereka benar-benar ingin hal-hal dikerjakan dengan benar. Hanya saja, kata “benar” itu didefinisikan sebagai “dilakukan sesuai dengan cara mereka.”

Sifat perfeksionis mereka muncul karena kedisiplinan mereka. Biru mempunyai slogan “Jika sebuah pekerjaan pantas dilakukan, itu harus dilakukan dengan baik.” Sifat disiplin ini merupakan bakat lahiriah mereka, padahal warna lainnya berusaha sekuat tenaga untuk mendisiplinkan diri mereka. Biru sangat mudah ditebak karena sifat mereka yang teratur ini. Mereka adalah seorang teman yang selalu dapat diandalkan.

Biru memiliki etos kerja yang kuat, dan seringkali menemukan hidup mereka dipenuhi dengan “tanggung jawab penting” yang hanya menyiksakan sedikit waktu untuk bermain spontan. Bermain dilihat dari kacamatanya sebagai hal yang tidak berguna dan tidak produktif (hikz...hikz...mengapa aku juga selalu berpikir seperti ini!)

Biru sangat peduli tentang kualitas dalam hidup mereka. Mereka memiliki barang-barang terbaik di kelasnya.  Terbaik bagi biru tidak berarti termahal ataupun terbaru. Terbaik adalah sesuai dengan kebutuhannya, dan kebutuhan biru selalu dilandasi oleh sifat perfeksionis.

EMOSIONAL;
Tanda jelas dari seorang biru adalah ayunan suasana hati mereka. Mereka tidak pernah bangun tidur bahagia atau sedih. Mereka harus memikirkannya dulu. Jika mereka bahagia atau sedih pada harii itu, itu karena mereka memilih untuk demikian. Tampaknya mereka tidak bisa begitu saja menerima emosi tanpa menerima tanggung jawab penuh untuk memilihnya.

Biru adalah individu yang sangat rumit dengan banyak ekstrim. Mereka memiliki kekuatan yang begitu hebat dan keterbatasan yang begitu melumpuhkan. Mereka sensitif, tegang, penuh perhatian, kritis, suka memberi dan sukar memaafkan sekaligus. Fokus mereka lebih pada hubungan emosional daripada rasional. Kerumitan kepribadian biru membuat para biru sama frustasinya seperti kepribadian lain yang  berinteraksi dengan mereka. Mungkin ini menjelaskan mengapa biru begitu kritis pada diri mereka sendiri selain pada orang lain.

Depresi seringkali dialami Biru. Membiarkan hati mereka mengatur pikiran mereka, mereka seringkali berpikir dan berperilaku tidak rasional. Mungkin emosi mereka yang tidak terkendali adalah kelemahan terbesarnya. Bagi pribadi ini, hidup adalah pedang bermata dua (secara emosional). Mereka seorang pemberi dan sensitif, mereka juga seorang yang dapat sulit memaafkan. Terkadang, mereka dapat menjadi sangat sensitif sampai berhenti memberi sama sekali.

Biru hidup untuk perasaan yang kuat. Mereka ingin merasakan hidup, bukan sekedar eksis. Biru perlu terlibat dalam aktivitas yang mempunyai arti. Mereka biasanya memandang keluarga dan teman-teman sebagai hal terpenting.

Para biru seringkali paling dikagumi diantara semua kepribadian. Mereka mewakli begitu banyak sifat-sifat baik yang kita junjung tinggi, seperti kejujuran, empati, pengorbanan diri, kesetiaan, dan ketulusan. Mereka mirip obor kebajikan dan kebenaran yang menyala. Mereka berpendirian sangat teguh dan pesaing yang tangguh untuk dihadapi kepribadian manapun, karena pada intinya mereka mendasarkansemua pendapat pada emosi dan prisip moral. Sekalipun biru seorang yang logis, mereka terkadang lebih merespon permohonan emosional.

Biru merasa puas ketika mereka didengarkan, ketika mereka merasa dipahami dan dihargai. Mereka terkenal suka mengungkapkan kekurangan mereka, karena mereka menganggap dikenal dan dipahami sangatlah bernilai. Di mata seorang biru, membiarkan diri terbuka adalah harga yang ringan demi kesempatan berhubungan secara emosional. Biru mungkin lebih sering patah hati dibandingkan kebanyakan orang, tetapi mereka juga menghabiskan lebih banyak waktu untuk mencintai.

Walah.....emang bener nih. Si biru dikuasai oleh emosi. Panjang banget uraian mengenai kategori EMOSIONAL iki. Weleh..weleh....(harap maklum karena si penulis juga berkepribadian biru!) Jadinya semangat menjelaskannya.... He he he . . . Edan Tenan.


PENUH KEBIMBANGAN;
Biru memiliki kepribadian yang kuat. Mereka mempunyai nilai-nilai dan sistem kepercayaan yang kuat. Namun mereka dikoyak oleh raa bersalah, harapan-harapan yang tidak realistis yang disebabkan sikap perfeksionis mereka. Dan Skeptisisme! Mereka seringkali terperangkap antara ingin terlibat dan mencemaskan kemampuan mereka untuk berhasil.

Biru mencemaskan segala sesuatu. Semua kekhawatiran berlebihan ini membuatnya tidak dapat menangani terlalu banyak peristiwa dalam satu hari. Khawatir dan rasa bersalah secara umum menandai perjalanan hidup biru. Mereka bisa merasa bersalah hampir dalam segala hal. Mereka sering gagal melihat bahwa motif sejati mereka dalam banyak keadaan didasarkan oleh rasa  bersalah. Untuk kesalahan-kesalahan yang mereka kira telah lakukan, Biru sepertinya mau menyiksa diri selamanya.

Biru biasanya skeptis terhadap bakat kreatif mereka sendiri. Mereka begitu perfeksionis sampai seringkali menyembunyikan keterampilan dan kemampuan mereka, karena mereka takut tidak cukup baik. Ini sangat disayangkan, karena biru sangat berbakat dan mungkin paling kreatif di antara semua warna. Namun, biru sangat tidak percaya diri, dan sering takut pada kemungkinan ditolak jika mereka memperlihatkan bakan dan kreatifitas mereka yang mengagumkan.

BEBERAPA TOKOH YANG “MUNGKIN” BIRU;
ABRAHAM LINCOLN, terkenal karena ciri khasnya dalam keadilan. Jika mungkin, ia selalu memilih jalan paling mulia yang akan menguntungkan semua pihak. Ia menjunjung kebenaran sebagai prinsip penuntun dalam hubungan pribadi dan profesionalnya

PUTRI DIANA, selalu berpakaian pantas, ia membawa dirinya dengan anggun dan berkelas. Emosi mengatur hidupnya, dan ia membiarkan dirinya terlihat rapuh di depan umum, selalu memperoleh simpati dan dukungan bagi dirinya dan tujuan-tujuannya.

WALT DISNEY, seorang jenius kreatif, ia lebih menyukai proses daripada hasil akhir dan sangat menikmati rancangan dan detail.

WAPANNURI, bukan siapa-siapa, tidak terkenal, dan belum mempunyai prestasi yang layak dibanggakan. Taaapi......penulis website iki !!! Dikenal sebagai seorang yang lucu, setia, pinter, dan panjang sabar. Berbahagialah mereka menjadi istrinya !

(3) Karakter yang didorong oleh kedamaian (air)
PUTIH SI PENJAGA KEDAMAIAN:
Putih paling lengkap mewakili pembawa kedamaian,
mereka dengan tulus percaya akan nilai diplomasi,
dan dengan rajin mencari-cari cara untuk mendorong kerja sama,
berapapun harganya ! Albert Einstein, pemikir terkenal JADUL yang suka menyendiri.

DIMOTIVASI OLEH KEDAMAIAN;
Putih hampir melakukan apa saja untuk menghindari konfrontasi. Mereka senang mengalir dalam kehidupan tanpa gangguan atau ketidak nyamanan. Merasa nyaman bahkan lebih penting bagi mereka daripada menjadi baik. Semua orang akan mendapatkan manfaat mengenal seorang putih secara akrab. Kepribadian ini memberi kita semua teladan martabat manusia yang lemah lembut. Tanpa ribut-ribut mereka menjalani hidup dengan gaya yang santai dan tenang. Putih menghargai sifat kerja sama umat manusia, dan terus berusaha mencapai kehidupan bersama yang damai di antara semua makhluk hidup.

MEMBUTUHKAN KEBAIKAN;
Kendati putih memberi respon yang indah pada perhatian dan keramahan, diam-diam mereka memiliki kepala batu yang muncul ke permukaan jika mereka diperlakukan tidak baik. Mereka benci ditegur. Mereka tidak suka kata-kata kasar. Mereka langsung membuka diri pada orang-orang yang bersifat baik, tetapi putih menjauhkan diri dari mereka yang sikapnya bermusuhan. Mereka dimotivasi oleh kebaikan dan tidak memahami mengapa orang lain tidak bersikap baik

Mudah dipahami bahwa putih mampu menjadi sahabat terbaik bagi semua kepribadian. Bagi mereka, menerima orang lain cukup mudah. Mereka memiliki harapan yang sangat toleran pada orang lain, sampai orang senang berada bersama mereka dan menginginkan hbuungan dengan mereka yang tidak suka menghakimi. Putih senang melakukan hampir apa saja dengan siapa saja, kapan saja. Mereka dapat menikmati beragam tipe orang dan pengalaman, dan akibatnya sering menemukan diri mereka dalam hubungan atau situasi kehidupan yang tidak biasa.

LEBIH SUKA KEKUATAN DIAM;
Putih menikmati kemandirian yang tenang. Apa yang tampak bagi beberapa orang sebagai tekad diam-diam bisa memunculkan diri dalam bentuk keras kepala. Mereka yang salah menafsirkan sifat alamiah pencinta damai putih sebagai undangan untuk menuntut atau main perintah akan segera berhadapan dengan tembok perlawanan pasif. Putih jauh lebih tangguh daripada yang dikira orang.

Tipe kepribadian ini menyukai aksi diam karena mereka tidak nyaman dengan konfrontasi. Sangat sukar untuk hidup dengan orang yang diam-diam memendam kejengkelan pada perilaku anda. Putih tampaknya memanfaatkan rasa ingin tahu alamiah orang lain dengan menolak membicarakan perasaan mereka secara terbuka, dan memaksa kepribadian lain berjuang keras untuk memahami mereka.

TIDAK SUKA MENONJOLKAN DIRI;
Putih senang ditanyai pendapatnya. Mereka tidak akan mengajukan pendapat tanpa diminta. Mereka menghargai rasa hormat dari orang lain, tetapi mereka jarang bersusah payah untuk mencarinya. Mereka perlu dibujuk untuk membicarakan tentang keterampilan, hobi, dan minat mereka.

Putih jarang mencari posisi kepemimpinan. Mereka tidak nyaman mengambil keputusan yang bisa salah, dan menghindari tanggun jawab yang menuntut pengambilan keputusan. Mereka lebih nyaman sebagai pengikut atau dalam peran yang kurang terlibat, menyerahkan pengambilan keputusan kelompok pada orang lain. Putih lebih suka menerima saja keputusan orang lain daripada menegaskan pendirian mereka dengan pendapat sendiri.

MANDIRI;
Tidak seperti merah dan biru yang ingin mengendalikan orang lain. Putih hanya berusaha menghindari dikendalikan. Pendeknya mereka menolak ditindas siapa pun, terutama kalau diperlakukan tanpa rasa hormat yang mereka anggap pantas mereka terima. Putih ingin melakukan hal-hal sesuai caranya sendiri, pada waktunya sendiri. Mreka tidak meminta banyak pada orang lain, dan kesal kalau orang lain menuntut ini itu pada mereka. Mereka sering mengikuti tuntutan yang tidak masuk akal – sekedar untuk menjaga kedamaian. Mereka akan mengungkapkan kemarahan dan frustasi mereka hanya ketika tidak tahan lagi diperintah – perintah. Putih tidak suka didorong-dorong, dan mereka bisa mengerikan apabila akhirnya “meledak.” He he he . . . Edan Tenan.

DIMOTIVASI OLEH KEINGINAN ORANG LAIN;
Putih terbuka pada rekomendasi orang lain tentang cara-cara memecahkan setiap dan segala masalah . Bos putih menghargai ide-ide manajemen yang baru dari bawahan. Anak-anak putih menyambut bantuan – mereka siswa yang reseptif. Putih menjadi teman kencan yang menyenangkan. Mereka tertarik untuk mamastikan orang lain merasa senang, dan  bersedia melakukan apa saja yang diinginkan orang lain. Namun puith menginginkan saran – bukan tuntutan.

Di sisi lainnya, jenis kepribadian ini sangat pasif. Mereka bisa mengikuti anda sepanjang hidup tanpa mengambil peran kepemimpinan sendiri. Mereka menjadikan orang lain sebagai inti keberadaan mereka, dan gagal mengembangkan tujuan dan arah hidup sendiri. Alasan yang membuat kepribadian ini menjadi pengikut adalah karena sifat ragu-ragu mereka. Putih sangat meragukan diri mereka sampai mereka selalu menuntut bukti penerimaan. Harganya bisa mahal ketika seseorang mencoba menerima, melindungi, dan menyelamatkan putih yang tergantung. Semakin lama anda memegang, semakin berat ia jadinya. Namun ia merasa lebih aman dalam genggaman anda, daripada mempercayai dirinya sendiri.

KETERBATASAN PUTIH;
Kepribadian ini seringkali tampak membosankan dan tidak mau terlibat. Mereka seringkali enggan menentukan tujuan. Mereka sering menolak membayar harga keterlibatan, karena mereka mungkin takut pada akibat tidak terelakkan berupa konfrontasi atau penolakan. Rasa takut ini mencegah mereka mengalami keintiman. Kesulitan mereka dalam memutuskan juga membatasi prestasi mereka. Untuk merasa aman, tipe kepribadian ini sangat memperhatikan kebutuhan orang lain dan berusaha dengan segala cara untuk menyenangkan orang-orang yang mereka jumpai dalam kehidupan. Mereka enggan mengungkapkan diri, lebih suka membiarkan orang lain percaya sekehendak mereka. Sementara itu, putih menjalani kehidupan sesuai keinginan mereka, menghindari konflik dan konfrontasi. Putih menerima apa saja yang terjadi pada mereka dengan diam. Apa yang tidak mereka hargai, belakangan dengan keras kepala mereka singkirkan. Mereka sering tidak mengijinkan pengalaman bagus yang menuntut usaha beresiko, kepemimpinan, dan eskpresi jujur memasuki kehidupan mereka.

KEKUATAN PUTIH;
Tipe keprbadian
AE lagi melet ! ^-^' He he he . . . Edan Tenan.     
Di sisi positifnya, putih adalah orang-orang yang puas. Mereka merasa cukup dan mau menyenangkan orang lain, para individu yang dengan mudah menerima orang lain sepanjang hidup. Mereka melengkapi setiap kepribadian  terlepas dari perbedaan gaya. Sifat mereka yang lemah lembut dan diplomatis membuat mereka memiliki banyak sahabat setia. Kecenderungan mereka yang mau menyenangkan orang lain dan pendamai membuat mereka menjadi aset banyak keluarga, persahabatan, atau bisnis yang cukup beruntun untuk memiliki mereka.

Kepribadian putih secara umum merupakan orang-orang moderat tanpa ekstrim-ekstrim kepribadian lain. Seperti air yang mereka wakili, mereka mengalir melewati dan mengelilingi kesulitan-kesulitan hidup, bukannya menuntu agar rintangan di depan mereka dipindahkan. Kepemimpinan mereka kokoh dan adil. Mereka mentolerir perbedaan dan mendorong kerjasama dengan semua anggota tim. Bunglon adalah maskot mereka dan mencermikan kemampuan mereka untuk beradaptasi dan membaur dengan siapa saja. Mereka menikmati kekuatan keseimbangan yang mengagumkan. Mereka bersikap terbuka pada setiap kepribadian dan dengan sukarela belajar dari mereka semua. Putih adalah yang paling efekti dalam menempatkan krisis kehidupan dalam perspektif yang pantas. Puas dan tenang, mereka tidak meminta banyak dari kehidupan. Mereka seringkali menikmati perlindungan dari kepribadian yang lebih kuat. Karena sabar dan teleran, mereka dapat memberi banyak. Dan mereka memang memberi, dengan persetujuannya yang lemah lembut kepada orang – orang yang cukup beruntung untuk menerima rangkulan penerimaan mereka.

TOKOH – TOKOH YANG “MUNGKIN” PUTIH;
ALBERT EINSTEIN, jenius dan pengamat yang luar biasa, ia membiarkan pikirannya berbicara. Secara pribadi ia tidak suka bergaul, ia merasa paling nyaman dalam dunia ide dan pertukaran intelektual. Ia lebih suka melakukan riset atas teori-teorinya yang luara biasa secara diam-diam di belakang layar daripada mengumumkan nilai pentingnya pada umum.

MICHAEL JACKSON, memiliki banyak bakat secara profesional, namun secar pribadi pemalu dan lebih suka menjauhkan diri, ia mendengar dengan baik tetapi sangat jarang menyampaikan pendapat secara verbal. Lebih menyukai ketenangan dan hubungan pribadi yang terbatas.

JIMMY CARTER, lebih dikenal  sebagai diplomat dunia daripada sebagai kekuatan politik yang canggih, ia memperlihatkan kebaikan dan martabat yang tenang. Ia tidak pernah menunjukkan semangat memuji diri sendiri, tetapi memilih melangkah perlahan-lahan dan membawa tongkat besar.

(4) Karakter yand didorong oleh kesenangan (udara)
KUNING SI PECINTA KESENANGAN:
Kuning menggangap kehidupan adalah pesta,
Dan mereka tuan rumahnya.
Macam Kepribadian.
Bill Clinton, siapa yang tidak kepincut dengan senyum manisnya ?
MENILAI TINGGI BERMAIN DAN BERGEMBIRA;
Kuning pada umumnya menikmati hidup tidak peduli apa yang mereka lakukan. Bahkan ketika bekerja keras, kepribadian ini tampak sedang bersenang-senang. Hidup mereka dijalani dengan kepercayaan bahwa yang terbaik ada di depan sana. Mereka memiliki gairah hidup yang menular karena ia mengira tujuan utama semua orang hidup adalah bersenang-senang. Ia juga menganggap kebanyakan orang mengalami hidup sebebas dan senyaman dirinya.

Tidak ada kepribadian yang bermain seperti kuning. Mereka begitu spontan sampai mereka siap untuk kesempatan menyenangkan apa pun yang mereka jumpai. Tipe kepribadian ini tahu bagaimana membuat kehidupan menjadi lebih nikmat dan membawa teman – teman mereka hanyut dalam kegembiraan.

Kuning menyukai kejutan. Mereka senang merayakan segala hal yang terbayangkan. Mereka memandang hari raya dan saat-saat istimewa menyegarkan, dan kecuali mereka kelupaan (yang menjadi sifat khas mereka), mereka akan memanfaatkan setiap kesempatan sebaik mungkin untuk bersenang – senang.

TIDAK BERTANGGUNJAWAB;
Kuning paling sukar menerima tanggungjawab bagi diri mereka sendiri. Entah bagaimana mereka benar-benar percaya bahwa adalah tanggungjawab orang lain untuk mengurus mereka. Tidak jadi masalah siapa – pokoknya ORANG LAIN!  Sifat mereka yang pemberontak bisa lucu ketika mereka masih kecil, tetapi masyarakat tidak punya banyak toleransi pada orang dewasa yang seenaknya meninggalkan tanggung jawab mereka. Mungkin tidak ada yang lebih tragis daripada kuning berumur 30an tanpa karakter. Wajah mereka menyandang garis-garis terbakar matahari sepanjang tahun. Harta milik mereka seringkali minimal, karena mereka tidak pernah memusingkan diri dengan mengurusi harta milik dengan baik. Mereka tidak memilik banyak sahabat dekat. Kuning seringkali memilih jalan yang mudah, yaitu melintasi tanah lunak yang langsung melesak di bawah kekosongan dan ketergantungan kehidupan kuning yang memberatkan.

Sifat mereka yang tidak bertanggungjawab dan ketidakmampuan untuk komit seringkali membuat usaha menjinakkan kuning seperti impian mustahil. Mereka biasanya sangat karismatsi sampai orang lain gagal melihat keterbatasn mereka. Baru setelah jangka waktu tertentu, orang melihat kuning seperti adanya mereka seringkali – seperti kuda pacu yang indah, berlari cepat dalam jarak dekat namun jarang menyelesaikan pacuan. Setelah mengabdikan waktu dan energi bagi “kuda pacu” demikian, “pemilik” biasanya kehilangan rasa terpesonanya dan sering merasa marah dan menyesal atas keyakinannya dalam kapasitas mengubah pelari cepat “kuning” menjadi pelari yang bisa diandalkan dan mampu menempuh perjalanan jauh dalam hubungan.

TIDAK DISIPLIN;
Kuning seringkali menunjukkan kecenderungan angin-anginan dan tidak disiplin. Mereka sangat gelisah dan menemukan bahwa menekuni tugas apapun sangat membosankan. Kuning sering mengalami banyak pindah kerja, bukan karena pekerjaanya tidak menarik, tetapi karena kuning mudah bosan. Kuning percaya kehidupan harus dialami dalam jalur cepat, jika mau dijalani!

Kuning impulsif dan gelisah. Orang tidak pernah bisa yakin apa yagn bisa diharapkan dari individu-individu yang sulit diduga ini. Hari ini di sini, besok sudah di Hawaai! Mereka mudah berubah, tetapi seringkali melakukannya dengan tidak produktif. Sukar untuk bergantung pada para kuning yang angin-anginan ini, yagn slalu mencari kehidupan yang bebas dan mudah. Mereka tahu bagaimana caranya bersenang-senang dan berharap semua orang lain berusaha menjadikan hal itu mungkin bagi mereka.

Kuning sangat tertarik untuk melestarikan kehidupan “liar”. Dengan kata lain, mereka selalu siap untuk mengadakan pesta. Kerutinan sehari-hari segera terasa monoton, dan kuning menyelinap pergi ke dalam lingkungan baru dan berbeda. Kuning menemukan alasan-alasan menajubkan untuk ketidak-disiplinan mereka. Sekali alasan mereka gagal, masyarakat mendesakkan batasan pada mereka dan bersiaplah untuk aksi merajuk dan marah dari kepribadian ini.

POPULER DAN KHARISMATIK;
Kuning senang menjadi pusat perhatian. Penerimaan sosial sangat penting bagi mereka. Persahabatan menduduki prioritas tertinggi dalam kehidupan mereka, karena popularitas menjawab salah satu kebutuhan dasar mereka – kebutuhan dipandang baik oleh umum. Kuning sangat verbal. Mereka menyukai percakapan yang menyenangkan, tetapi mereka juga bisa mengikuti arus. Kuning dapat mengobrol ringan dengan cara terbaik. Mereka seringkali menghidupkan pesta. Baginya, menjalin hubungan atau tertawa sangat mudah. Mereka benar-benar menyukai orang dan menemukan dirinya dikelilingi orang-orang. Mereka secara alami populer tanpa perlu berusaha keras seperti tipe keperibadian lainnya.

Macam Kepribadian;
Senyum maut Elvis!!
Kuning seringkali tampak sangat menarik karena kepribadian mereka, hal ini karena mereka pandai memilih gaya yang menekankan kualitas fisik dan sosial terbaik mereka. Mereka memiliki gaya untik yang paling memikat dibandingkan semua kepribadian lain. Kata sifat yang seringkali digunakan bagi kuning adalah karismatis. Mereka mendidik anak secara karismatis, menjalankan bisnis secara kharisimatis, dan bercakap-cakap secara kharismatis. Kepribadian ini dapat dengan mudah menggerakkan sekelompok orang untuk menangis atau tertawa.

Kuning perlu diperhatikan. Tidak banyak yang bisa meningkatkan hubungan dengan kuning dibandingkan pujian. Kuning perlu tahu mereka dihargai dan disetujui. Kuning sering bertindak seolah dunia ada di tangan mereka, tetapi mereka kemukakan sampai mereka tahu aman secara emosional. Rasa aman paling terbukti bagi kuning melalui pujian.

MENYUKAI AKSI;
Karena mudah bosan, kuning mencari petualangan. Mereka tidak pernah bisa duduk diam lama-lama. Mereka memilih teman-teman yang seperti mereka, menolak untuk membiarkan “detail yang membosankan” menghalangi hal paling penting di dunia ini – bermain. Ironisnya, saat ini banyak orang salah di diagnosa sebagai ADD (Attention Deficit Disorder alias ketidak mampuan berkonsentrasi lama) Ketika kenyataanya, mereka hanyalah berkepribadian kuning yang bergulat dengan ketidakmampuan bawaan untuk duduk diam terlalu lama atau tetap memusatkan perhatian.

Seorang yang berkepribadian kuning tidak ingin mengubah diri mereka sendiri, melainkan mengubah dunia di sekeliling mereka. Namun, apa yang mereka rubah biasanya tidak penting, dan ketika mereka melakukannya, malah kontra produktif. Kuning belajar sejak dini untuk mencari jalan pintas. Mereka seringkali mengakui jasa atau prestasi yang tidak benar-benar mereka raih sepenuhnya. Mereka cukup menceritakan separuh kebenarannya, atau merasa bukan soal besar apakah mereka sesuai dengan ucapan mereka selama tidak ada yang dirugikan.

KETERBATASAN KUNING;
Kuning kurang menghargai hak milik orang lain. Mereka adalah individu ceroboh dan berantakan yang menjaga penampilan mereka bersi dan mengkilat sementara rumah mereka seringkali menderita karena ditelantarkan. Mereka ingin tampak sangat baik di mata dunia, dan ketika pujian sosial menjadi pertimbangan, mereka segera menuruti standar masyarakat. Jika tidak demikian, memelihara rumah mungkin membutuhkan terlalu banyak usaha.

Mereka tidak teratur dalam lingkungan dan pemikiran pribadi. Daripada memusatkan perhatian pada masalah – masalah nyata dan acara penting, kuning membuang – buang waktu dengan soal-soal kecil dan aktivitas yang tidak relevan. Mereka sukar mengikatkan diri pada apa pun yang harus diprioritaskan sebelum bermain, dan akibatnya sering menemukan diri mereka dalam hubungan yang dangkal dan kosong, selain juga menjadi sedikit banyak dangkal dan kosong begitu terlibat dalam hubungan.

KEKUATAN KUNING;
Terlepas dari pergulatannya dengan disiplin diri dan komitmen, kuning bersemangat untuk mengalami semua segi kehidupan. Dengan naif mereka meminta lampu sorot diarahkan pada mereka, seolah-olah mereka selalu menjadi bintang panggung. Kuning selalu membuat kita ingat bahwa kita semuda perasaan kita. Mereka tetap muda dalam sikap mereka pada ide-ide, perubahan, hubungan, pekerjaan, dan masa depan. Kuning menyandang kualitas pengharapan kanak-kanak, yang mengilhami orang lain untuk mengapresiasi dan menghargai diri sendiri selain dunia indah di mana mereka tinggal. Kuning memuji sisi baik mereka. Kuning lebih cenderung menyukai diri mereka untuk siapa mereka daripada apa yang mereka lakukan. Mereka adalah para penghubung orang dan lem sosial dalam masyarakat. Kuning mengungkapkan diri mereka dengan terus terang dan tidak dibuat-buat. Mereka memberi perhatian yang jenaka pada kehidupan dan mengilhami orang lain untuk melakukan hal yang sama. Mereka bebas memberi pendapat selain juga memberi diri mereka, dan seringkali menyebarkan semangat persahabatan yang menular ke mana pun mereka pergi. Begitu kehidupan anda disentuh dengan akrab oleh seorang kuning, anda akan lebih menghargai kegembiraan luar biasa yang bisa dicapai jiwa manusia dan harapan optimis yang dapat diraih hati manusia.

TOKOH – TOKOH YANG “MUNGKIN” KUNING;
BILL CLINTON, Presiden Amerika Serikat ini dengan ajaib selamat dari sejumlah besar serangan atas karakter pribadi dan kompetensi profesionalnya, tetapi ia tidak pernah bersembunyi. Senyumannya yang menawan dan sikapnya yang positif membuat orang mempercayainya. Secara intelektual ia cerdas dan pandai bicara, membuatnya sukar dijatuhkan atau diperogoki dalam keadaan lengah.

RONALD REAGAN, Salah satu presiden paling dicintai di Amerika, ciri khas Ronald Reagan adalah optimisme dan kharisma. Ia berbicara dengan menyakinkan dan selalu memancarkan kehangatan yang mengundan. Ia membawa dirinya dengan kepercayaan diri tanpa beban yang membuat orang merasa nyaman di sekelilingnya.

ELVIS PRESLEY, dinamis dan pemberontak. Kerapuhan dan sifat mudah percayanya mempesona dan melucuti kewaspadaan orang. Ia tampan dan murah hati. Ia hidup untuk saat ini, dan kenaifan serta sifat emosionalnya menyebabkan keputusan-keputusan tidak rasional yang menghakiri kecemerlangannya terlalu dini sebagai seorang artis. Seperti semua kuning yang baik, orang masih berharap menemukannya hidup agar pesta dapat diteruskan.

Empat macam motif dasar inilah yang membuat masing – masing orang berbeda dengan yang lainnya. Ruswandi,,, anak didik sekaligus pendamping pribadi spiritual saya di dalam laku Hakikat Hidup, memilih untuk diam ketika dihadapkan pada suatu konfrontasi verbal. Dia membutuhkan banyak waktu untuk berpikir sebelum berbicara dan ketika akhirnya menjawab, arti kalimatnya terkesan mengambang. Sementara itu, Nyai,,, mantan pacar saya yang penuh dengan misteri, terorganisir dalam bekerja, sedikit dingin, dan mengerikan ketika mencapai batas kesabarannya O...O... Ada juga Ranali dan Wanto anak didik saya,,, yang begitu mudah tersentuh hatinya ketika menghadapi kejadian yang mengharukan. AA dan DD,,, teman musafir saya,  yang sangat berhati-hati dalam melangkah serta mendetail ketika berbicara. Semua saudara saya tadi begitu berbeda satu dengan yang lainnya. Bagi saya, mereka semua unik dan mempunyai karakter yang kuat.

KETIKA KARAKTER YANG BERBEDA BEKERJA BERSAMA;
Semakin kuat karakter seseorang, akan semakin terlihat kelebihan sekaligus kekurangan mereka. Mereka bisa bekerja dengan baik  di suatu pekerjaan namun tampak bodoh ketika melakukan pekerjaan lainnya. Hal ini bisa berakibat fatal jika kita sebagai pemimpin tidak memiliki persepektif yang benar mengenai kekuatan dan kelemahan karakter manusia.

Karena tahu bahwa si Ranali mampu mengatur proyek dengan baik, maka atasannya memberikan tugas baru sebagai seorang marketing. Si Bos merasa yakin bahwa Ranali  bisa bekerja dengan baik di sana, besar sekali harapannya kepada keberhasilan Ranali. Selang beberapa bulan kemudian, Si Bos merasa kecewa karena “kegagalan” Ranali. Di lain pihak, Ranali merasa telah melakukan pekerjaannya dengan baik dan berusaha sampai melebihi batas kemampuannya. Jadi, di manakah letak kesalahannya ?

Lain Nyai, lain si AA dan DD, lain pula dengan Ruswandi yang meminta Wanto untuk menerjemahkan suatu kontrak ke dalam bahasa Inggris. Ruswandi mengirimkan file aslinya supaya diterjemahkan persis seperti aslinya dan segera (besok harus sudah jadi!) Keesokan harinya, Ruswandi menerima file dari Wanto  dan segera menaruhnya kembali dalam map karena Wanto mengerjakan melebihi harapan Ruswandi. Kontrak tidak hanya diterjemahkan dari bahasa indonesia ke dalam bahasa inggris, tetapi diperbaruhi dan bahasanya diubah menjadi bahasa hukum. Luar biasa bukan ? Tak lama kemudian, Ruswandi mengeluh kepada saya mengenai kontrak tersebut. Dia hanya minta “diterjemahkan” saja oleh Wanto. Sementara itu, Wanto mengatakan kepada saya bahwa menerjemahkan kontrak dari bahasa Indonesian ke dalam bahasa Inggris itu berbeda sama sekali. Beda bahasa berarti beda budaya serta beda kebiasaan, pendeknya semuanya berbeda, tidak bisa asal “menerjemahkan” saja. Bisa fatal di belakang hari ! Wanto dan Ruswandi berusaha melakukan yang terbaik dalam pekerjaannya masing-masing. Semakin fokus mereka bekerja akan semakin besar pula ketidak puasan mereka atas pekerjaan rekan kerjanya. Jadi,,, dimanakah letak kesalahannya ?

MEMAHAMI KARAKTER MANUSIA;
Cerita di atas bukan fiksi, namun kejadian yang benar-benar saya alami beberapa waktu  yang lalu. Saya tersenyum dan sedikit ketawa membayangkan kembali kejadian itu. Di mana lucunya ? Atau lebih tepatnya, apa yang membuat kisah di atas lucu ? Kembali ke pertanyaan dimanakah letak kesalahannya ? Dimanakah kesalahan Ranali dengan pak Bosnya ? Apa salah Ruswandi dan Wanto ? Buat saya, mereka semua tidak melakukan kesalahan apapun, mereka hanya melihat dari sudut pandang yang salah.

Jika mereka semua melihat dari sudut pandang yang salah, mengapa Ranali, Pak Bos, Ruswandi, dan Wanto tidak bisa menyadarinya ? Untuk menjawab pertanyaan ini, saya akan kembali pada kelebihan dan kekurangan karakter manusia. Saya akui kalau saya mempunyai kelebihan di bidang perspektif ini, sementara Ruswandi dan lainnya tidak. Bagi saya, melihat suatu permasalahan dari sudut pandang yang benar semudah membalik telapak tangan. Tapi....sulit, benar-benar sulit buat saya untuk berbicara secara detail seperti Ruswandi dan Wanto atau memarketing seseorang seperti Ranali. Ini adalah kekurangan saya sebagai manusia ! Pendeknya, saya seorang manusia yang kuat di suatu bidang dan lemah di bidang lainnya. Hal ini wajar dan manusiawi, namun jarang dipahami oleh beberapa orang... Iya tidak Lurr... He he he . . . Edan Tenan

Kasus Ranali dan atasannya lucu jika kita bisa melihat dari perspektif yang benar. Kelebihan karakter Ranali pada detailnya, dia mampu menganalisa suatu permasalahan dan menyiapkan penyelesaiannya. Dia adalah seorang perfeksionis, semua tetek-bengek harus dikerjakan dengan benar dan sempurna. Tidak ada ruang untuk blangspot, karena itu Ranali lama dalam mengambil keputusan. Di lain pihak, atasannya adalah seorang oportunis, kesempatan harus diambil secepat mungkin dan segala sesuatunya bisa dilakukan dengan sumber daya yang ada, jika bisa dikerjakan dengan baik dalam deadline yang padat maka ambil tawaran itu, jika antara hasil dan waktu saling berhubungan erat kembalikan ke klien. Jangan terlalu ambil pusing dengan detail, deal kontrak terlebih dulu. Masalah perincian bisa menyusul.

Hubungan antara dua karakter yang kuat seringkali rawan konflik;
Jadi, Ranali dan atasannya memiliki karakter yang jauh berbeda, boleh dikatakan berlawanan. Meminta Ranali untuk bekerja seperti atasannya membuatnya tidak nyaman dan tertekan. Namun jika ternyata Ranali bisa memenuhi tuntuntan si bos, hati kecilnya akan memberontak, dia kehilangan jati dirinya dan segala kelebihannya. Si Bos mungkin puas dengan keberhasilan Ranali, namun sebenarnya dia telah kehilangan karakter terbaik Ranali.

Ruswandi dan Wanto lebih lucu lagi...hahahaha... Edan Tenan... Ruswandi minta A tapi Wanto mengerjakan A-B-C-D. Puaskah Ruswandi ? Seharusnya ! Tapi ternyata tidak ? Wanto  mengerjakan A-B-C-D, padahal hanya diminta untuk mengerjakan A oleh Ruswandi. Apakah dia layak menerima pujian ? Seharusnya ! Tapi ternyata tidak ! Memang aneh, tapi inilah dua karakter berbeda yang bekerja bersama. Ketika saya disodori masalah ini, saya cuman merubah tata letak kontrak tersebut. Isi kontrak diletakkan di atas dan diberi nomer satu, termin pembayaran dan pelunasan diberi nomer dua, dan lainnya. Terjemahan Wanto tidak saya rubah sama sekali, tulisannya sama persis dengan yang lama. Anehnya, Ruswandi langsung bisa mengerti kontrak tersebut (padahal sebelumnya mengatakan sulit untuk memahami tulisan Wanto!)
Sekali lagi, dimanakah letak kesalahannya ?

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN KARAKTER MANUSIA:
Tidak ada manusia yang sempurna, bisakah anda menerima hal ini ? Lebih lanjut, saya ingin menantang anda untuk hidup dengan mereka. Sekalipun anda menolaknya, anda akan tetap menghadapi masalah ini. Percayalah !

Kekuatan sebuah karakter harus dikembangkan, apakah anda setuju ? Sebaliknya, kelemahan sebuah karakter harus dihilangkan, apakah anda juga setuju ? Saya dengan tegas akan menjawab TIDAK ! Kekurangan manusia tidak bisa dihilangkan. Mengapa ? Karena waktu hidup kita terbatas, merubah kelemahan menjadi kekuatan akan memakan tenaga dan waktu yang besar, dan yang terpenting kita tidak merasa nyaman untuk melakukannya. Akan lebih baik jika waktu dan tenaga yang ada kita gunakan untuk mengembangkan kelebihan kita sebab hasil yang diperoleh jauh lebih memuaskan. Jadi, apakah kita harus membiarkan kelemahan kita begitu saja ? Tentu saja tidak, saya cuma minta anda fokus untuk mengembangkan kekuatan karakter anda daripada memperbaiki kelemahan anda. Biarkan orang lain yang menutupi kelemahan anda. Dan anda sendiri melengkapi kekurangan mereka. Saya rasa inilah salah satu alasan mengapa Tuhan menciptakan manusia itu berbeda... Coba kita pikir.... iya apa iya Lurr...?!

Saya menulis semua ini sebagai pengantar untuk lebih memahami kelebihan dan kekurangan karakter manusia berdasarkan teori Taylor Hartman. Pada artikel berikutnya saya akan membahas mengenai plus minus masing-masing karakter. Saya ingatkan sekali lagi bahwa kekurangan orang lain bukan untuk dijadikan senjata melawannya melainkan untuk dipahami sebagai identitas seorang manusia yang normal. Atau boleh juga dimanfaatkan untuk menjadikan diri kita lebih bersinar....

He he he . . . Edan Tenan... Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu ya Lurr.... Semoga Manfaat dan Berkah... Amiin.
Hormat Saya:
Wong Edan Bagu

Pengembara Tanah Pasundan

4 DIMENSI PERKEMBANGAN KARAKTER MANUSIA:

Karakter manusia dibentuk dari 4 faktor, yaitu: fisik, mental, spiritual dan interaksi sosial. Bentuk tubuh kita adalah bagian kepribadian yang terlihat kasat mata, sikap mental dan pemahaman tentang iman kepercayaan menunjukkan integritas kita yang tersembunyi. Bagaimana kita berinteraksi dan berkomunikasi  menunjukkan persepsi orang lain tentang diri kita. Seseorang dikatakan dewasa jika ke-empat dimensi ini berkembang dengan seimbang. Apakah anda seorang anak kecil dengan tubuh orang dewasa atau benar-benar dewasa jasmani-rohani ?

Andaikan saja anda bertemu seseorang yang sedang terburu-buru menebang sebatang pohon di hutan.

“Apa yang sedang anda kerjakan ?” anda bertanya.
“Tidak dapatkah anda melihat ?” demikian jawabnya dengan tidak sabar. “Saya sedang menggeraji pohon ini.”
“Anda kelihatan letih !” anda berseru. “Berapa lama anda sudah mengerjakanya ?”
“Lebih dari lima jam,” jawabnya, “dan saya lelah! Ini benar-benar kerja keras.”
“Nah, mengapa anda tidak beristirahat saja beberapa menit dan mengasah gergaji itu?” anda bertanya. “Saya yakin anda akan dapat bekerja jauh lebih cepat.”
“Saya tidak punya waktu untuk mengasah gergaji,” orang itu berkata dengan tegas. “Saya terlalu sibuk menggergaji!”

Dimensi Fisik meliputi pemeliharaan tubuh kita secara efektif. Memakan jenis makanan yang tepat, istirahat teratur, relaksasi yang memadai dan berolahrara. Olaharaga adalah salah satu aktivitas berdampak besar namun kebanyakan dari kita tidak melakukannya secara konsisten karena tidak mendesak. Dan karena kita tidak melakukannya, cepat atau lambat kita akan mendapatkan diri kita berhadapan dengan masalah dan krisis kesehatan yang muncul sebagai akibat wajar dari kelalaian kita.

Kebanyakan dari kita berpikir kita tidak mempunyai cukup waktu untuk berolahraga. Cara berpikir yang sangat keliru! Kita sebenarnya mempunyai waktu untuk tidak berolahraga. Menyempatkan 30 menit sehari untuk melatih tubuh kita sangat-sangat masuk akal. Anda bisa bangun setengah jam lebih pagi untuk berolahraga dulu atau setengah jam setelah pulang kerja untuk melakukan perenggangan dan melatih tubuh kita. 2% waktu yang anda gunakan untuk aktivitas fisik ini akan berpengaruh terhadap 98% waktu anda berikutnya. Pikiran akan terasa jernih, tidak ngantukan dan anda jauh lebih bersemangat dalam segala sesuatunya !

Dimensi Fisik Program olahraga yang baik adalah program yang dapat anda kerjakan di rumah anda sendiri dan membangun tubuh anda pada tiga bidang: daya tahan, kelenturan dan kekuatan.

Daya tahan datang dari kemampuan jantung anda untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Jantung hanya dapat dilatih melalui kelompok otot yang besar, khususnya otot tungkai. Itulah sebabnya olahraga berjalan cepat, berlari, bersepeda dan berenang sangat bermanfaat. Anda dianggap bugar secara minimum jika anda dapat meningkatkan kecepatan denyut jantung anda menjadi sedikitnya 100 denyut/menit dan mempertahankannya selama 30 menit.

Kelenturuan didapt melalui perengangan. Sebelum berolahraga, pemanasan membantu mengendurkan dan menghangatkan otot agar siap untuk latihan yang lebih bersemangat. Sesudahnya, pendinginan membantu menghilangkan asam laktat sehingga anda tidak merasa sakit dan kaku.

Kekuatan diperoleh melalui latihan daya tahan otot. Hampir semua manfaat latihan datang pada bagian yang paling akhir, saat serat otot pecah dan serat saraf merasakan nyeri. Lalu alam mengimbangi secara berelbihan dan dalam 48 jam, serat tersebut dibuat menjadi lebih kuat. Tidak ada penderitaan, tidak ada keuntungan, hukum kuno ini berlaku untuk semua aspek kehidupan kita.

Sebagai Manusia... Dimensi spiritual adalah inti anda, pusat anda, tujuan hidup anda, komitmen anda. Dimensi ini memanfaatkan sumber yang mengilhami dan mengangkat semangat anda dan mengikat anda pada kebenaran tanpa batas mengenai semua nilai kemanusiaan.

Martin Luther mengatakan, “Ada begitu banyak yang harus saya kerjakan hari ini sehingga saya akan perlu menyisihkan satu jam lagi untuk berdoa.” Baginya doa bukanlah tugas mekanis, melainkan merupakan sumber kekuatan dalam melepaskan dan melipatgandakan energinya.

Pernah ada orang yang bertanya kepada seorang ahli Zen dari timur, yang memiliki ketenangan dan kedamaian besar tidak peduli tekanan apa pun yang ia hadapi, “Bagaimana anda mempertahankan ketenangan dan kedamaian itu ?” Ia menjawab, “Saya tidak pernah meninggalkan tempat meditasi saya.” Ia bermeditasi pagi-pagi sekali dan sepanjang sisa hari selebihnya, ia membawa kedamaian saat-saat itu bersamanya dalam pikiran dan hatinya.

Gagasannya adalah jika kita meluangkan waktu untuk memanfaatkan pusat kepemimpinan dari kehidupan kita, yang merupakan hal tertinggi dalam hidup, maka pusat itu menaungi seperti payung di atas segalanya yang lain. Ia memperbarui kita, menyegarkan kita, khususnya jika kita memiliki komitmen padanya.

Dimensi Mental KepribadianSebagian besar dari perkembangan mental dan disiplin studi kita berasal dari pendidikan formal. Tapi segera sesudah kita meninggalkan disiplin eksternal sekolah, banyak dari kita membiarkan otak kita terhenti pertumbuhannya. Kita tidak lagi membaca secara serius, kita tidak menjajaki subjek baru secara mendalam di luar bidang pekerjaan kita, kita tidak berpikir analitis, kita tidak menulis, kita tidak kritis atau tidak dengan cara tertentu menguji kemampuan kita. Sebaliknya, kita malah menghabiskan waktu kita menonton TV atau internet/berfacebook ria di HP atau Laptop/Computer

TV atau internet/berfacebook ria di HP atau Laptop/Computer, adalah pengaruh sosialisasi yang paling kuat. Dan ketika kita menonton/bermain, kita menjadi subjek dari semua nilai yang diajarkannya. Ia dapat sangat mempengaruhi kita dengan cara yang sangat samar dan tidak kentara.

Suatu hari, dalam tahun-tahun mendatang, anda akan bergulat dengan godaan besar, atau gemetar di bawah penderitaan besar kehidupan anda. Akan tetapi perjuangan sesungguhnya adalah di sini, sekarang ini. Sekarang sedang diputuskan apakah, pada hari penderitaan atau godaan puncak, anda akan gagal secara menyedihkan atau menang dengan gemilang. Karakter tidak dapat dibentuk selain dengan proses yang tetap, panjang dan berkesinambungan.

Dimensi Sosial perkembangan karakterDimensi fisik, mental dan spiritual berhubungan erat dengan visi dan manajemen pribadi, sementara dimensi sosial berpusat pada kepemimpinan, komunikasi dan kerjasama antar pribadi. Dimensi sosial dikembangkan dan diwujudkan dalam hubungan kita dengan orang lain. Ketika kita berinterasi, terjadilah proses saling mempengaruhi dan pertukaran nilai. Kita merasa cocok dengan orang lain karena memiliki nilai-nilai yang sama dengannya. Kita merasa tidak senang dengan seseorang karena nilai-nilai yang kita yakini berbeda atau bertentangan dengannya.

Jika rasa aman atau kebahagiaan kita berasal dari sumber di dalam diri kita sendiri, maka kita memiliki kekuatan untuk bersosialisasi. Jika kita merasa tidak aman secara emosional, walaupun kita mungkin sangat maju secara intelektual, berhubungan dengan orang lain terasa sebagai ancaman besar. Perasaan aman yang benar berasal dari dalam. Ia datang dari paradigma yang akurat dan prinsip yang benar dalam pikiran dan hati kita. Ia datang dari kesesuaian dari dalam ke luar, dari menjalani kehidupan penuh integritas dimana kebiasaan kita sehari-hari mencerminkan nilai-nilai kita yang paling dalam.

Saya percaya bahwa hidup penuh integritas adalah sumber paling mendasar dari harga diri pribadi dan kedamaian pikiran datang ketika kehidupan kita selaras dengan prinsip dan nilai yang benar dan tidak dengan cara lain. Seharusnya, hidup kita sesuai dengan hidup yang diungkapkan oleh George Bernard Shaw,

Saya berpendapat bahwa hidup saya dimiliki oleh seluruh masyarakat dan selama saya hidup hal ini merupakan hak istimewa untuk melakukan apa yang dapat saya lakukan. Saya ingin terpakai secara tuntas ketika saya mati. Karena semakin keras saya bekerja saya pun semakin hidup. Saya gembira akan kehidupan demi kehidupan itu sendiri. Kehidupan bukanlah nyala lilin yang singkat bagi saya. Kehidupan adalah semacam obor yang bagus sekali yang harus saya pegang untuk saat ini dan saya ingin membuatnya terbakar seterang mungkin sebelum menyerahkannya kepada generasi yang akan datang.... Betul tidak Lurr...?!

KESIMPULAN:
Pertumbuhan karakter yang seimbang akan memaksimalkan kemampuan kita. Apapun yang anda kerjakan pada satu dimensi akan mempengaruhi empat dimensi lainnya karena mereka berhubungan erat satu dengan lain. Kesehatan fisik anda mempengaruhi kesehatan mental anda, kekuatan spiritual anda akan mempengaruhi kekuatan sosial dan emosional anda. Ketika anda meningkat pada salah satu dimensi, anda juga meningkatkan kemampuan anda pada dimensi-dimensi lainnya.... 

He he he . . . Edan Tenan... Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu ya Lurr.... Semoga Manfaat dan Berkah... Amiin.
Hormat Saya:
Wong Edan Bagu

Pengembara Tanah Pasundan