WONG EDAN BAGU

WONG EDAN BAGU
SALAM RAHAYU kanti TEGUH SLAMET BERKAH SELALU DARI WONG EDAN BAGU UNTUK SEMUA PARA PENGUNJUNG BLOGGER PESONA JAGAT ALIET . . . _/\_

Jumat, 28 Maret 2014

RENUNGAN:

Renungan... 
Oleh: Wong Edan Bagu
Semoga bermanfa'at;

Assalammu'alaikum wr.wb
1. Apa yang paling DEKAT dengan diri kita di dunia ?
2. Apa yang paling JAUH dari kita di dunia ?
3. Apa yang paling BESAR di dunia ?
4. Apa yang paling BERAT di dunia ?
5. Apa yang paling RINGAN di dunia ?
6. Apa yang paling TAJAM di dunia ?

Jawabannya:
Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al
Ghozali bertanya....

Pertama,
"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?".
Murid-muridnya menjawab : "orang tua, guru, kawan, dan sahabatnya".
Imam Ghozali menjelaskan semua jawapan itu BENAR.
Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah MATI.
Sebab itu sememangnya janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan
mati (Q.S. Ali Imran 185)

Kedua,
"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?".
Murid -muridnya menjawab : "negara Cina, bulan, matahari dan
bintang-bintang".
Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahawa semua jawaban yang mereka berikan itu
adalah BENAR.
Tapi yang paling benar adalah MASA LALU.
Walau dengan apa cara sekalipun kita tidak dapat kembali ke masa lalu.
Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang
dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Ketiga,
"Apa yang paling besar di dunia ini?".
Murid-muridnya menjawab : "gunung, bumi dan matahari".
Semua jawaban itu BENAR kata Imam Ghozali.
Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah NAFSU (Q.S.
Al-A'Raf 179).
Maka kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa
kita ke neraka.

Keempat,
"Apa yang paling berat di dunia ini?".
Ada yang menjawab : "besi dan gajah".
Semua jawaban adalah BENAR, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah
MEMEGANG AMANAH (Q.S. Al-Ahzab 72).
Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika
Allah SWT meminta mereka untuk menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini.
Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga
banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak dapat memegang
amanahnya.

Kelima,
"Apa yang paling ringan di dunia ini?"
Ada yang menjawab : "kapas, angin, debu dan daun-daunan".
Semua itu BENAR kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini
adalah MENINGGALKAN SHOLAT.
Gara-gara pekerjaan, kita meninggalkan sholat; gara-gara bermesyuarat, kita meninggalkan sholat.

Dan pertanyaan keenam adalah,
"Apakah yang paling tajam di dunia ini?"
Murid-muridnya menjawab dengan serentak : "pedang".
BENAR, kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah LIDAH MANUSIA.
Karena melalui lidah, ,manusia selalu menyakiti hati dan melukai perasaan
saudaranya sendiri.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Wabi Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah selalu Lurr...

APAKAH TUHAN ITU ADA ??

LAGI-LAGI ADA SEORANG TEMAN YANG BERTANYA...
APAKAH TUHAN ITU ADA ??     
Oke... jawabanya sambil humor  dan     
Sedikit nglantur bersama Wong Edan Bagu, ya....hehe.:-)

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di negeri paman Sam kembali ke tanah air.
Sesampainya dirumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang Guru agama,
kiyai atau siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaannya.
Akhirnya Orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.

Pemuda : Anda siapa? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
Kyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda
Pemuda : Anda yakin? sedang Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Kyai : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya
Pemuda : Saya punya 3 buah pertanyaan

Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan wujud Tuhan kepada saya
Apakah yang dinamakan takdir
Kalau syetan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api,tentu tidak menyakitkan buat syetan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?
Tiba-tiba Kyai tersebut menampar pipi si Pemuda dengan keras.
Pemuda (sambil menahan sakit) : Kenapa anda marah kepada saya?
Kyai : Saya tidak marah...Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya
Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti
Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit
Kyai : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?
Pemuda : Ya
Kyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu !
Pemuda : Saya tidak bisa
Kyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama, kita semua merasakan keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.

Kyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Pemuda : Tidak
Kyai : Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?
Pemuda : Tidak
Kyai : Itulah yang dinamakan Takdir

Kyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?
Pemuda : Kulit
Kyai : Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda : Kulit
Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Sakit
Kyai : Walaupun Syeitan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan Menjadi tempat menyakitkan untuk syeitan.


Teman2 saya,,, dari hati yang paling dalam dari diri teman2 saya, masihkan meragukan akan adanya  TUHAN ??

Semoga kita semua mendapatkan Rahmat NYA ...... Amiin

He he he . . . Edan Tenan... Salam Rahayu Lurr

Kamis, 27 Maret 2014

Ada Yang Lebih Indah Daripada Sekadar Jima’

(Artikel Kusus Dewasa)Tentang Seks menurut Pengalaman Pribadi. Wong Edan Bagu. Didukung Oleh Firman Allah dan Sabda Rasulullah saw, serta beberapa artikel Para Tokoh ternaman dan terkenal lainya:

Ada Yang Lebih Indah Daripada Sekadar Jima’

Rasulullah Saw. bersabda, “Tidakkah kalian mau saya beritahu tentang wanita ahli surga?” Kami berkata, “Tentu ya Rasulullah.” Rasulullah Saw. bersabda, “Setiap istri yang wadud (sayang) dan walud (banyak anak). Apabila ia membuat marah suami atau menyakiti hatinya atau suami marah kepadanya, ia berkata, ‘Inilah tanganku berada di tanganmu. Saya sungguh tidak bisa menikmati tidur dan istirahat sehingga engkau ridha kembali,” (HR. At-Thabrani, shahih).

DR ACHMAD Tafsir pernah bercerita bahwa orang sering meremehkan masalah seksual dalam keluarga, padahal banyak krisis keluarga yang sebetulnya terjadi dikarenakan adanya masalah-masalah seksual yang tidak diselesaikan. Kedua belah pihak tidak terbuka.

Dalam perkembangan waktu masalah-masalah itu kemudian terakumulasi, dan akhirnya meledak menjadi krisis keluarga. Ada sikap-sikap ekstrem terhadap seks itu, yang tidak seluruhnya benar. Begitu Jalaluddin Rakhmat menulis di dalam makalahnya yang kemudian diterbitkan bersama makalah dari beberapa penulis lain dalam buku Keluarga Muslim dalam Masyarakat Modern (Remadja Rosdakarya, Bandung, 1993).

Seks dalam keluarga merupakan masalah suci. Islam memberi tempat bagi manusia untuk menghidupkan aktivitas seks bagi suami-istri. Allah menyediakan kemuliaan akhirat ketika suami-istri memenuhi kebutuhan seksnya, sekalipun itu sekadar untuk memperoleh kesenangan dari kekasihnya yang sah. Ketika seorang suami memandang istrinya, atau istri memandang suami, dengan penuh syahwat untuk bercumbu atau berjima’, Allah memandang mereka dengan pandangan rahmat. Alhasil, seorang muslim yang baik juga perlu memahami tuntunan Islam mengenai seks agar perilaku dan kebutuhan seksnya mempunyai nilai di hadapan Allah.

Sikap ekstrem dalam masalah seks, sebaiknya dihindari. Menyibukkan dalam zikir sehingga melalaikan kebutuhan seks istrinya, tidak dipandang sebagai kemuliaan oleh agama. Begitu juga, tidak benar seorang istri menenggelamkan diri dengan kesibukan ibadah sehingga mengakibatkan kebutuhan seks suami terlantar.

Abu Sa’d menuturkan, Rasulullah Saw. pernah menegur istri Shafwan ibn Mu’attal karena terlalu banyak beribadah sehingga mengganggu kehidupan perkawinannya. Wanita itu biasa membaca dua surah yang panjang-panjang dalam shalat Isya’nya, sehingga membuat suaminya menunggu. Ia juga kerap melakukan puasa tanpa seizin suaminya, yang membuatnya kelelahan dan menghindari setiap kesempatan untuk melakukan hubungan intim dengan suaminya di siang hari (karena hubungan seksual dilarang ketika melakukan ibadah puasa). Rasulullah memberikan peraturan demi suaminya, kata Ruqayyah Waris Maqsood. Beliau menganjurkan untuk membatasi bacaannya pada satu surah saja, dan puasa bila diizinkan suaminya.

Hal yang sama juga terjadi ketika Rasulullah Saw. mendengar tentang seseorang yang suka berkhalwat, yaitu ‘Abdullah ibn ‘Amr. Ia biasa melakukan shalat di sepanjang malam dan puasa di sepanjang siang. Rasulullah menasehatinya untuk tidak berlebihan dalam ibadahnya seraya mengatakan, “Matamu mempunyai hak atas kamu, tamumu mempunyai hak atas kamu, dan istrimu pun mempunyai hak atas kamu.” (HR Bukhari).

Allah ‘Azza wa Jalla memberikan rahmat bagi suami-istri yang melakukan jima’. Allah juga memberikan kenikmatan surgawi yang sangat menyenangkan ketika kita berjima’. Jima’ memberikan kelegaan dan keindahan dalam rumah tangga. Jima’ sangat penting dalam menjaga keharmonisan hubungan suami-istri. Ia bisa mempererat jalinan perasaan dua orang yang berlainan jenis itu.

Jima’ begitu penting dalam menegakkan kehidupan rumah tangga. Tetapi ada yang lebih penting dari itu. Manusia membutuhkan ketenangan (sakinah), cinta kasih dan rahmah. Jima’ hanyalah salah satu wasilah (perantara) untuk mencapai ketenangan jiwa karena gejolak syahwat dapat disalurkan melalui jalan yang halal dan dihormati Allah. Karena itu, jima’ secara halal dapat menambah kecintaan suami-istri.

Jima’ hanyalah wasilah. Ketika seseorang melakukan jima’, maka yang paling penting bukanlah kenikmatan bersetubuh, tetapi ketenangan jiwa, kejernihan hati, dan kelapangan dada dari beban karena desakan itu bisa disalurkan dengan baik. Sekalipun demikian, jima’ bukan semata peristiwa biologis. Ia juga merupakan peristiwa psikis.

Ketika jima’ terhenti hanya sebagai peristiwa biologis, maka yang ia peroleh hanyalah kenikmatan sesaat inzal (ejakulasi bagi laki-laki, lubrikasi dan keterangsangan bagi wanita). Sesudahnya tak ada ketenangan hati dan ketenteraman jiwa saat menjalani kehidupan bersama dalam rumah tangga, saat mendidik anak, dan saat memperjuangkan komitmen kehidupan. Atau barangkali hal-hal semacam ini sudah tidak mengusik hati, karena keresahan jiwa sudah menjadikan mereka sibuk terhadap kenikmatan-kenikmatan periferal (semu). He he he  . . . Edan Tenan.... Salam Rahayu Lurr.... Tapi BERSAMBUNG... hehe.:-)



Rabu, 26 Maret 2014

Rezeki Itu Tak Pernah Salah Alamat:

Jika kita termasuk yang sering bercukur di tukang cukur bermerk "Pangkas Rambut", cobalah bertanya kepada si akang pemangkas rambut tersebut perihal pendapatannya, maka kita akan takjub bagaimana dia bisa memperoleh 100 hingga 200 ribu perhari

Kemudian tanyakan juga kepada para pedagang toko kecil yang banyak berdiri di sudut jalan atau ujung gang, biasanya mereka menjual rokok, penganan kecil seperti biskuit dan permen dan juga kebutuhan rumah tangga seperti sabun dan pasta gigi. Hampir semua pemilik warung kecil itu selalu ada saja yang membeli barang dangangan mereka.

Semua pun tahu, bahwa nyaris semua penjahit yang datang dari padang kemudian mencari nafkah di Kalimantan Barat atau di wilayah lain, tetapi kenyataannya mereka tetap hidup dan bisa sejahtera. Seperti halnya tempat-tempat penambal ban maupun bengkel motor di pinggir jalan itu sering kita panggil "Ucok" yang menandakan mereka datang dari Sumatra Utara, tetapi tetap bisa mendapat uang di rantau orang

Tentu sangat menarik memperhatikan fenomena ini, karena masing-masing mereka sudah ada 'jatah' rezeki dari Allah Swt. Seperti halnya semut yang kecil itu atau nyamuk. Makhluk Allah ini mempunyai rezeki masing-masing. Dan Allah Maha Adil membagi-bagi rezeki kepada setiap makhluk di muka bumi ini.

Lebih jelasnya, setiap orang itu akan mendapatkan rezeki tergantung dari keterampilan yang dimilikinya. Orang yang memiliki skill memotong rambut, maka ia akan membuka usaha cukur rambut. Orang yang mendapatkan pelayanan dari keahlian si tukang cukur, akan membayar sesuai jerih payah dan keahlian tersebut. Sama halnya dengan kita, keterampilan apa yang bisa kita "jual" agar pihak lain mau mengeluarkan sejumlah uang sesuai keahlian yang kita miliki itu.

Intinya, jangan pernah berharap rezeki akan datang begitu saja tanpa ada satu usaha untuk menunjukkan satu bentuk keterampilan yang kita miliki. Lebih dari satu keterampilan yang kita miliki, Insya Allah akan lebih pula yang bisa didapat. Tidak punya keterampilan satu pun, siap-siap selalu gigit jari karena kesempatan selalu terlewat begitu saja tanpa bisa kita raih.

Misalnya begini, pernah ada seorang kawan yang bertanya perihal lowongan di tempat saya bekerja. Kemudian saya tanya, "Mengoperasikan mesin jahit bisa? Bisa memotong kain dengan mesin tidak ?" Untuk dua pertanyaan tersebut, jawabannya sama : Tidak. Ooh, ya kalau begitu saya ajukan satu pertanyaan lagi, "Bisa mengemudi mobil?" Berhubung saat itu di kantor memang sedang membutuhkan seseorang dengan keahlian tersebut. Nyatanya, ia juga menjawab "Tidak" meski dibubuhi kalimat pendukung, "tapi saya bisa belajar kok"

Agak sulit bagi siapa pun untuk membantu mencarikan pekerjaan buat seseorang yang tidak memiliki satu pun keterampilan. Bahkan seorang Office Boy (OB) sekalipun memiliki keterampilan khusus yang menjadi prasyarat ia bisa diterima bekerja sebagai office boy.

Rezeki tidak pernah salah alamat, itu pasti. Kalau mengibaratkannya dengan seorang tukang pos pengantar surat, ia tidak akan pernah kesulitan mengantar surat jika tertera alamat yang jelas dan lengkap. Ditambah lagi, si pemilik rumah pun semestinya menuliskan alamat rumahnya dengan jelas, seperti nomor rumah, RT/RW dan lain sebagainya, agar pak pos tak kesulitan mencocokkan alamat tertera di surat dengan alamat kita. Jangan salahkan jika tukang pos kebingungan mencari alamat kita, karena boleh jadi kita memang tak memasang alamat jelas di depan rumah.

Jadi, tunjukkan kemampuan, keterampilan, dan keahlian yang kita miliki. Agar orang lain bisa melihatnya dengan jelas dan memberikan kesempatan terbaik buat kita. Karena rezeki memang tidak pernah salah alamat, hanya kadang kita sendiri yang tak menunjukkan alamat jelas, sehingga seringkali rezeki berlalu begitu saja. **
 Ttd: Wong Edan Bagu

Hakekat yang Hilang:

" Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hag) selain aku maka sembahlah aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku" (thaha:14)berdasarkan ayat tersebut maka dapat di ketahui bahwa tujuan dari ibadah shalat adalah untuk meingat Allah Swt. Selain itu, Allah juga telah menjadikan zikir sebagai penutup semua jenis ibadah, dimana jika kita telah selesai mengerjakan suatu ibadah maka tutuplah ibadah tersebut dengan berzikir kepada Allah Swt.

" Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalatmu ingatlah Allah di waktu berdiri, diwaktu duduk, dan di waktu berbaring, kemudian apabila kamu telah merasa aman maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang di tentukan waktunya atas orang-orang yang beriman" (An-Nisa:103).

Kita sering mendengar dan membaca ayat-ayat tersebut dan kita mengetahui sebuah hakekat yang menyatakan bahwa tujuan dari berbagai macam ibadah adalah untuk mengingat Allah Swt. Akan tetapi, hakekat tersebut merupakan sebuah hakekat yang telah hilang dari hadapan kita, dimana setan selalu berusaha keras agar hakekat tersebut akan tetap hilang dari hadapan kita, sehingga kita akan selalu berada dalam kelaleian dan permainan dunia. Tetapi berkat karunia Allah, dan segala puji hanya milik-Nya, hakekat itu telah ditampakkan kepada kita maka mengapa kita tidak mau berzikir ?

" Perumpamaan seorang yang mengingat Allahnya dengan orang yang tidak mengingat Allahnya adalah seperti orang yang hidup dengan orang yang mati" (H.R Bukhari).

Benar, berzikir kepada Allah Swt menunjukan hidup atau tidaknya hati seseorang. Oleh karena itu barang siapa yang tidak berzikir kepada Allah maka hatinya telah mati. Jika kita diberi pilihan untuk memilih pasti kita akan memilih hati yang hidup dan bahagia, tetapi ada beberapa rahasia yang perlu kita ketahui, apakah kita saat ini telah berzikir kepada Allah ?

Dengan berpegang teguh pada jawaban tersebut, kita akan menjadi teratur. Jadikanlah zikir sebagai nasehat yang diletakakan didepan mata kita. Berzikir kita kepada Allah Swt niscaya akhlak kita akan teratur. Berzikirlah kita kepada Allah Swt niscaya ibadah kita akan menjadi teratur.

Akhirnya, marilah kita mengelilingi taman zikir, menghirup udara segar didalamnya dan menikmati bunga-bunga yang ada didalamnya. Saya memohon kepada Allah agar Dia menjadikan kita sebagai salah seorang yang ketika mendengarkan perkataan, kita akan mengikuti perkataan yang terbaik.

Ttd: Wong Edan Bagu